Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Demi bintang ketika terbenam,


Surat 53
النجم
Bintang, terdiri dari 62 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-23 setelah Al-Ikhlas sebelum Abasa.
Skandal ayat setan yang disembunyikan. Insiden ayat setan yang memalukan: Surah ini nyimpen skandal terbesar Islam: referensi samar soal tiga dewi Arab pra-Islam (Lat, Uzza, Manat). Menurut sumber Islam sendiri, Muhammad awalnya "nerima wahyu" yang ngakuin dewi-dewi ini sebagai "burung tinggi" yang bisa jadi perantara. Baru kemudian "wahyu" ini dibatalin dengan dalih "itu bisikan setan." Bukti kebimbangan teologis nyata: Episode ini ngebuktiin doktrin Muhammad berubah-ubah seiring waktu. Awalnya masih mau kompromi sama kepercayaan lokal, baru kemudian jadi monoteis absolut yang keras. Ini jelas proses manusiawi dalam bikin doktrin, bukan wahyu konsisten dari Tuhan yang mahatahu. Penghapusan sejarah yang tidak jujur: Para ulama berusaha keras nyembunyiin atau raguin otentisitas episode ini, padahal tercatat dalam sumber Islam sendiri kayak Ibn Ishaq dan Tabari. Upaya ngilangin bagian memalukan dari sejarah adalah ciri sistem kepercayaan yang nggak jujur soal asal-usulnya. Evolusi bertahap yang terbongkar: Perubahan sikap terhadap dewi Arab ini ngebuktiin Islam berkembang pelan-pelan dari kepercayaan lokal yang udah ada, bukan turun utuh dan sempurna. Ini cermin proses sosio-politik pengembangan agama yang jadi makin radikal buat bedain diri dari kepercayaan sebelumnya. Kesimpulan: An-Najm mengekspos episode "ayat setan" sebagai bukti konkret evolusi teologis Muhammad yang penuh kebimbangan dan kompromi politik, membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah produk pengembangan doktrin manusiawi yang berubah-ubah daripada wahyu konsisten dari sumber ilahiah yang tidak berubah.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
Demi bintang ketika terbenam,
Ayat 2
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
Ayat 3
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur`an) menurut keinginannya.
Ayat 4
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
Tidak lain (Al-Qur`an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
Ayat 5
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
Ayat 6
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ
yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
Ayat 7
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Ayat 8
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ
Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
Ayat 9
Ayat 26
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.
Ayat 27
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنْثَىٰ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.
Ayat 31
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى
Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
Ayat 32
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Asbabun Nuzul
Ayat 43
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ
dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW melewati sekelompok orang yang sedang tertawa, lalu beliau menegur mereka bahwa jika mereka tahu apa yang beliau tahu, mereka pasti akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Malaikat Jibril lalu turun mengingatkan Nabi bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
Ayat 44
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا
dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
Ayat 56
هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ
Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Ayat 57
أَزِفَتِ الْآزِفَةُ
Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.
Ayat 58
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Ayat 59
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
Ayat 24
أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
Ayat ini turun untuk meluruskan kebiasaan kaum Yahudi yang sering menyebut anak-anak mereka yang meninggal dunia dalam keadaan kecil sebagai "orang suci" (Siddiq). Nabi membantahnya dengan menegaskan bahwa setiap jiwa yang diciptakan di rahim sudah ditentukan apakah ia bahagia atau celaka, yang kemudian dibenarkan oleh ayat ini.
Ayat 33
أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّىٰ
Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`an)?
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.
Ayat 34
وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰ
dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.
Ayat 37
وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّىٰ
Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
Ayat 40
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ
dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
Ayat 45
Ayat 48
وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ
dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.