Qurai

Surat 53

An-Najm

النجم

Bintang, terdiri dari 62 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-23 setelah Al-Ikhlas sebelum Abasa.

An-Najm memuat satu peristiwa yang dicatat sejarawan Islam sendiri dan sampai sekarang belum selesai dibicarakan. Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat (ayat 19 dan 20): Ayat 19 dan 20 menyebut nama tiga dewi utama Arab pra-Islam. At-Tabari, Ibn Ishaq, Al-Waqidi, dan Ibn Sa'd sama-sama mencatat bahwa mula-mula ada dua kalimat lagi sesudahnya, yang memuji ketiganya sebagai burung-burung tinggi yang syafaatnya diharapkan. Orang Quraisy sujud bersama Muhammad hari itu. Beberapa waktu kemudian kalimat itu ditarik dan dinyatakan sisipan setan. Klaim di ayat 3 dan 4: Ayat 3 dan 4 menyatakan Muhammad tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya, dan yang diucapkannya tidak lain wahyu yang diwahyukan. Al-Hajj 22:52 menyatakan setan bisa menyusupkan sesuatu ke dalam keinginan setiap rasul sebelum Allah menghapusnya. Dua ayat itu ada di dalam kitab yang sama. Bantahan yang berdiri di atas anggapan setempat (ayat 21 dan 22): Setelah nama ketiga dewi disebut, ayat 21 dan 22 membantahnya dengan pertanyaan: apakah untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Itu pembagian yang tidak adil. Bantahannya bersandar pada anggapan bahwa anak perempuan memang lebih rendah, anggapan yang dipakai bersama pihak yang sedang dibantah. Yang dilihat Muhammad (ayat 5 sampai 18): Ayat 5 sampai 18 menggambarkan sesuatu yang dilihat di ufuk tinggi lalu di Sidratul Muntaha. Ayat-ayat itu tidak menyebut perjalanan ke langit, dan tidak menyebut di tempat mana penglihatan itu terjadi. Cerita Mi'raj dengan tujuh lapis langitnya dibangun dari hadis, bukan dari sini. Setiap orang cuma menanggung dosanya sendiri (ayat 38): Ayat 38 menyatakan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. An-Nahl 16:25 menyebut ada yang memikul dosa orang-orang yang mereka sesatkan. Keduanya tidak bisa berlaku sekaligus tanpa salah satunya ditafsirkan menjauh dari bunyinya. Yang paling banyak dipersoalkan dari surat ini dua kalimat yang menurut sejarawan Islam sendiri pernah ada di sana, bukan yang tertulis di dalamnya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (62 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-5 : Wahyu dan Keteguhan Muhammad (Ayat 1-5)
6-18 : Peristiwa Mi'raj (Ayat 6-18)
19-25 : Kritik terhadap Berhala (Ayat 19-25)

إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ ٢٣

(53:23) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

26-30 : Kekuasaan Allah dan Syafaat (Ayat 26-32)

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ ٢٦

(53:26) Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

31-42 : Balasan Amal dan Tanggung Jawab Individual (Ayat 31-42)

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى ٣١

(53:31) Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ ٣٢

(53:32) (Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk meluruskan kebiasaan kaum Yahudi yang sering menyebut anak-anak mereka yang meninggal dunia dalam keadaan kecil sebagai "orang suci" (Siddiq). Nabi membantahnya dengan menegaskan bahwa setiap jiwa yang diciptakan di rahim sudah ditentukan apakah ia bahagia atau celaka, yang kemudian dibenarkan oleh ayat ini.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّىٰ ٣٣

(53:33) Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`an)?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰ ٣٤

(53:34) dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

43-55 : Kekuasaan Allah atas Kehidupan (Ayat 43-55)

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ ٤٣

(53:43) dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW melewati sekelompok orang yang sedang tertawa, lalu beliau menegur mereka bahwa jika mereka tahu apa yang beliau tahu, mereka pasti akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Malaikat Jibril lalu turun mengingatkan Nabi bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

56-62 : Penutup dengan Peringatan (Ayat 56-62)