بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ ١
(53:1) Demi bintang ketika terbenam,
Surat 53
النجم
Bintang, terdiri dari 62 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-23 setelah Al-Ikhlas sebelum Abasa.
QS An-Najm (Surat ke-53): Surat ini memuat salah satu jejak kontroversi historis paling problematik dalam pembentukan awal doktrin Islam, yang dikenal sebagai insiden "Ayat Setan" (Satanic Verses / Kisah Gharaniq). Pembacaan kritis secara jelas membongkar bahwa teks ini lebih berfungsi sebagai upaya damage control (pengendalian kerusakan) atas kompromi politik yang gagal ketimbang wahyu yang konsisten. Skandal Kompromi Teologis (Ayat 19-20): Teks ini secara eksplisit mengabadikan nama tiga dewi berhala utama kaum Arab pra-Islam, yaitu Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat. Berdasarkan catatan sejarawan dan mufasir awal Islam (seperti Ibnu Ishaq dan Ath-Thabari), pada awalnya Muhammad sempat membacakan kelanjutan ayat ini dengan memuji ketiga dewi tersebut sebagai "burung-burung yang terbang tinggi yang syafaatnya diharapkan" demi berdamai dengan kaum Quraisy. Fakta bahwa ayat pujian tersebut belakangan dibatalkan (dengan dalih bahwa itu adalah "bisikan setan") lalu diganti dengan naskah penolakan yang ada saat ini, membuktikan bahwa pembentukan doktrin ini murni melalui proses trial-and-error manusiawi dan kompromi politik, bukan turun secara utuh dari entitas yang Maha Tahu. Runtuhnya Klaim "Bebas dari Hawa Nafsu" (Ayat 1-4): Surat ini dibuka dengan nada yang sangat defensif. Teks bersumpah bahwa Muhammad "tidak sesat dan tidak pula keliru", serta mengklaim secara absolut bahwa "tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya", melainkan "tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan". Klaim pembuka ini hancur total oleh insiden Ayat Setan itu sendiri. Jika setiap yang diucapkannya dijamin murni sebagai wahyu, fakta bahwa ia bisa disusupi oleh bisikan yang keliru justru membuktikan bahwa saluran "wahyu" tersebut cacat, rentan terhadap manipulasi, dan sangat dipengaruhi oleh tekanan mental serta keinginan personalnya untuk diterima oleh kaumnya. Bantahan Teologis Berbasis Seksisme Patriarkis (Ayat 21-22): Saat teks ini direvisi untuk menyerang balik status ketiga dewi tersebut, argumen yang digunakan sama sekali tidak mendalam secara filosofis maupun teologis. Alih-alih memberikan bukti empiris, teks justru menyerang menggunakan logika seksis dan bias gender khas Arab primitif dengan memprotes: "Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil". Teks ini menggunakan kebanggaan patriarkis masyarakat abad ke-7 (yang membenci anak perempuan) sebagai landasan untuk menyanggah keberadaan dewi-dewi tersebut. Ini membuktikan bahwa narasinya terjebak pada mentalitas kultural lokal. Proyeksi Kesalahan dan Penghapusan Sejarah (Ayat 23): Setelah melakukan revisi mendadak yang memalukan, teks ini melakukan gaslighting (memutarbalikkan fakta) dengan menuduh pihak lawan bahwa mereka "tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka". Ironisnya, penyesuaian doktrin secara tiba-tiba demi kepentingan politik justru memperlihatkan bahwa pihak yang memproduksi teks inilah yang sebenarnya sedang bermanuver mengikuti hawa nafsu dan keadaan. Upaya para ulama ortodoks di kemudian hari untuk menyembunyikan atau menolak keabsahan sejarah mengenai insiden ini adalah bukti karakter sistem kepercayaan yang tidak jujur terhadap rekam jejak evolusinya sendiri. Kesimpulan: QS An-Najm secara tak sengaja mengekspos episode "ayat setan" sebagai bukti nyata evolusi teologis Muhammad yang sarat dengan kebimbangan dan kompromi politik. Dari pembukaan yang kelewat defensif hingga penggunaan logika seksis untuk membatalkan status dewi-dewi Arab, surat ini membuktikan bahwa Al-Quran adalah produk pengembangan doktrin manusiawi yang bisa direvisi dan ditambal-sulam sesuai tuntutan keadaan, alih-alih sebuah firman konsisten dari sumber ilahiah yang tidak berubah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ ١
(53:1) Demi bintang ketika terbenam,
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ ٢
(53:2) kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ٣
(53:3) dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur`an) menurut keinginannya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ٤
(53:4) Tidak lain (Al-Qur`an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ٥
(53:5) yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ ٦
(53:6) yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ ٧
(53:7) Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ ٨
(53:8) Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ ٩
(53:9) sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَىٰ ١٠
(53:10) Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ ١١
(53:11) Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ ١٢
(53:12) Maka apakah kamu (musyrikin Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ١٣
(53:13) Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ ١٤
(53:14) (yaitu) di Sidratilmuntahā,817)
Catatan Depag
*817) Sidratilmuntahā yaitu tempat yang paling atas pada langit yang ke-7, yang telah dikunjungi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ketika Mi'raj.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ ١٥
(53:15) di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ ١٦
(53:16) (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntahā diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ١٧
(53:17) penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ ١٨
(53:18) Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ ١٩
(53:19) Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lāta dan Al-'Uzzā,
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ ٢٠
(53:20) dan Manāt, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ ٢١
(53:21) Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ ٢٢
(53:22) Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang timpang.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ ٢٣
(53:23) Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.
أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ ٢٤
(53:24) Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ ٢٥
(53:25) (Tidak!) Maka milik Allah lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ ٢٦
(53:26) Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنْثَىٰ ٢٧
(53:27) Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.
وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ ۖ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ٢٨
(53:28) Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّىٰ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ٢٩
(53:29) Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.
ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ ٣٠
(53:30) Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى ٣١
(53:31) Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ ٣٢
(53:32) (Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk meluruskan kebiasaan kaum Yahudi yang sering menyebut anak-anak mereka yang meninggal dunia dalam keadaan kecil sebagai "orang suci" (Siddiq). Nabi membantahnya dengan menegaskan bahwa setiap jiwa yang diciptakan di rahim sudah ditentukan apakah ia bahagia atau celaka, yang kemudian dibenarkan oleh ayat ini.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّىٰ ٣٣
(53:33) Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`an)?
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰ ٣٤
(53:34) dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan yang sangat gemar bersedekah, namun sempat dikritik oleh saudara sepersusuannya (Abdullah bin Abi Sarh) karena dianggap menghabiskan harta. Saudaranya itu menawarkannya kesepakatan untuk menanggung semua dosanya di akhirat kelak asalkan Utsman memberinya seekor unta berserta muatannya dan berhenti bersedekah. Utsman sempat menyetujuinya, lalu turunlah ayat teguran ini, sehingga Utsman kembali bersedekah bahkan lebih banyak dari sebelumnya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَعِنْدَهُ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰ ٣٥
(53:35) Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?
أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ ٣٦
(53:36) Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّىٰ ٣٧
(53:37) Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ٣٨
(53:38) (yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩
(53:39) dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ ٤٠
(53:40) dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ ٤١
(53:41) kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ ٤٢
(53:42) dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ ٤٣
(53:43) dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW melewati sekelompok orang yang sedang tertawa, lalu beliau menegur mereka bahwa jika mereka tahu apa yang beliau tahu, mereka pasti akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Malaikat Jibril lalu turun mengingatkan Nabi bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا ٤٤
(53:44) dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ ٤٥
(53:45) dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,
مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ ٤٦
(53:46) dari mani, apabila dipancarkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ ٤٧
(53:47) dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ ٤٨
(53:48) dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ ٤٩
(53:49) dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'rā,818)
Catatan Depag
*818) Bintang yang disembah oleh orang-orang Arab pada masa Jahiliah.
وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ ٥٠
(53:50) dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ād dahulu kala,
وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ ٥١
(53:51) dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ ٥٢
(53:52) dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ ٥٣
(53:53) Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luṭ),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ ٥٤
(53:54) lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ٥٥
(53:55) Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ ٥٦
(53:56) Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَزِفَتِ الْآزِفَةُ ٥٧
(53:57) Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ ٥٨
(53:58) Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَمِنْ هَٰذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ ٥٩
(53:59) Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ ٦٠
(53:60) dan kamu tertawakan dan tidak menangis,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ ٦١
(53:61) sedang kamu lengah (darinya).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩ ٦٢
(53:62) Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)!
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.