Bacaan
TopikKritik terhadap Berhala (Ayat 19-25)
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lāta dan Al-'Uzzā,
Kritik
Teks yang menyebutkan Latta, Uzza, dan Manat secara historis melahirkan legenda memalukan "Ayat-ayat Setan" (Satanic Verses) yang direkayasa oleh para mufassir abad pertengahan,. Kaum mufassir merekayasa cerita bahwa Muhammad berkompromi dengan berhala Quraisy semata-mata untuk menutupi kebingungan mereka terhadap teks yang sebenarnya sejak awal bersifat memusuhi dan mereduksi doktrin emanasi ketuhanan lokal menjadi sekadar fiksi "anak-anak perempuan Allah",,,. (Patricia Crone, Problems in Sura 53 / The Religion of the Qur'anic Pagans). (53:19) Ayat ini merupakan pusat dari narasi historis "Ayat-ayat Setan" (Satanic Verses) yang sangat kontroversial; puluhan catatan sejarah Islam periode awal (termasuk riwayat Muhammad bin Ka'b dan Urwah bin al-Zubayr) mencatat bahwa Muhammad pada awalnya sempat tertipu oleh bisikan setan dan melafalkan ayat yang memuji dewi-dewi pagan Mekkah (Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat) sebagai perantara doa, sebelum akhirnya ayat itu dibatalkan (abrogasi) oleh Tuhan dan diganti dengan teks 53:20 yang ada saat ini.. (Sumber: Buku Before Orthodoxy: The Satanic Verses in Early Islam oleh Shahab Ahmed) (53:19) Skandal historis "Ayat-ayat Setan"; Muhammad sempat berkompromi dengan musuh politiknya dengan memvalidasi eksistensi dewi-dewi pagan (Al-Lat, Uzza, Manat) sebagai perantara, sebelum kelak direvisi atas dasar intervensi Setan. (Criticism of the Quran - Wikipedia),.
Contradiction
Kontra S22:52 dan ayat-ayat setan: S53:19-20 menyebut Latta, Uzza, dan Manat sebagai nama-nama berhala — dalam hadis sahih (Ibnu Sa'd, Thabari), terdapat riwayat 'ayat-ayat setan' (satanic verses) di mana Muhammad sempat mengucapkan kalimat yang memuji berhala-berhala ini, lalu dicabut. Jika benar, ini bertentangan dengan S53:3-4 bahwa Muhammad tidak berbicara dari hawa nafsu dan S22:52 bahwa setan mengganggu wahyu semua nabi.

