Bacaan
TopikKritik terhadap Berhala (Ayat 19-25)
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ
dan Manāt, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
Kritik
Teks yang menyebutkan Latta, Uzza, dan Manat secara historis melahirkan legenda memalukan "Ayat-ayat Setan" (Satanic Verses) yang direkayasa oleh para mufassir abad pertengahan,. Kaum mufassir merekayasa cerita bahwa Muhammad berkompromi dengan berhala Quraisy semata-mata untuk menutupi kebingungan mereka terhadap teks yang sebenarnya sejak awal bersifat memusuhi dan mereduksi doktrin emanasi ketuhanan lokal menjadi sekadar fiksi "anak-anak perempuan Allah",,,. (Patricia Crone, Problems in Sura 53 / The Religion of the Qur'anic Pagans).

