Surat 38

Sad

ص

Sad, terdiri dari 88 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-38 setelah Al-Qamar sebelum Al-A'raf.

QS Sad kayak serial drama yang campur aduk antara ego trip Muhammad, cerita aneh tentang nabi-nabi, dan Jin yang jadi budak. Surat ini penuh dengan plot yang nggak masuk akal dan self-validation yang desperate. Muhammad Defensive Mode: Ayat 1-8 langsung defensive tentang orang yang heran kenapa "pemberi peringatan" datang dari mereka sendiri. Ayat 4 bilang orang kafir anggap Muhammad "penyihir pembohong" - instead of bukti, malah nyerang balik yang kritik. Daud yang Aneh: Ayat 17-26 Daud yang bisa ngomong sama burung dan gunung, terus ada cerita pengadilan tentang domba yang nyelusup. Plot twist: ternyata ini "ujian" dan Daud langsung minta ampun. Moral of the story? Nggak jelas. Sulaiman dan Jin Budak: Ayat 30-40 Sulaiman yang suka kuda sampai lupa sholat, terus ada jin yang jadi budak kerja paksa. Ayat 37-38 setan diikat dan dikasih ke Sulaiman sebagai "karunia." Slavery is a gift from God? Job yang Disiksa Allah: Ayat 41-44 Ayyub (Job) yang disiksa setan atas izin Allah, terus disuruh injak tanah buat mandi dan minum. Allah yang "maha penyayang" kok ngizinin penyiksaan terhadap hamba yang setia? Cerita Adam yang Bias: Ayat 71-85 malaikat disuruh sujud ke Adam, Iblis nolak karena "aku lebih baik, aku dari api dia dari tanah." Racism primordial - diskriminasi berdasarkan "asal penciptaan." Quran Self-Praise: Ayat 87-88 "ini bukan lain hanyalah peringatan untuk semesta alam, dan kalian pasti akan mengetahui beritanya." Classic self-validation tanpa bukti. Kesimpulan: Sad adalah koleksi cerita aneh yang penuh plot holes, slavery yang dipuji, divine torture yang dibenarkan, dan racism primordial. Ini bukan wahyu mulia, tapi drama serial yang kacau dengan moral compass yang rusak.

1-8 : Pembukaan Surat (Ayat 1-8)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ ١

(38:1) Ṣād, demi Al-Qur`an yang mengandung peringatan.

Asbabun Nuzul

1-7 Ayat ini turun dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi ketika Nabi menjenguk Abù Íàlib yang sedang sakit keras. Ketika Nabi mengungkapkan keinginannya agar kaum Quraisy mengakui tiada Tuhan selain Allah,mereka mengejeknya dan mengatakan bahwa hal itu tidak pernah mereka dengar dalam ajaran agama yang terakhir (Nasrani). (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ ٥

(38:5) Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ ٦

(38:6) Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.745)

Catatan Depag

*745) Menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ ٧

(38:7) Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir,746) ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.

Catatan Depag

*746) Yang dimaksud oleh orang kafir Quraisy dengan agama yang terakhir ialah agama Nasrani.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي ۖ بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ ٨

(38:8) Mengapa Al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

9-16 : Kekuasaan Allah dan Kelemahan Manusia (Ayat 9-16)

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ ٩

(38:9) Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ ١٠

(38:10) Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ ١١

(38:11) (Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.747)

Catatan Depag

*747) Ayat ini menceritakan perang Khandak di mana terdapat bala tentara yang terdiri dari beberapa golongan yaitu golongan kaum musyrikin, Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. Peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya bala tentara mereka. Sebagian mufasir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah perang Badar.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika Umar bin Khattab memeluk Islam, yang membuat kaum musyrikin Quraisy sangat terpukul. Para pemuka Quraisy lalu mengadu kepada Abu Thalib agar menengahi mereka dengan Nabi. Saat Nabi meminta mereka cukup mengucapkan satu kalimat yaitu "Tidak ada tuhan selain Allah", mereka terkejut dan heran bagaimana mungkin banyak tuhan bisa dijadikan Satu Tuhan saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

17-26 : Kisah Nabi Daud (Ayat 17-26)

إِذْ دَخَلُوا عَلَىٰ دَاوُودَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَىٰ سَوَاءِ الصِّرَاطِ ٢٢

(38:22) Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩ ٢٤

(38:24) Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ ٢٦

(38:26) (Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."

27-29 : Penciptaan dengan Tujuan (Ayat 27-29)
30-40 : Kisah Nabi Sulaiman (Ayat 30-40)

فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ ٣٢

(38:32) maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."751)

Catatan Depag

*751) Sebagian mufasir ada yang menerjemahkan ayat 32 demikian, Aku benar-benar menyukai barang yang baik (kuda) ini sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ ٣٤

(38:34) Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.753)

Catatan Depag

*753) Sebagian mufasir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ujian ini ialah keberantakan kerajaan Sulaiman sehingga orang lain duduk di atas singgasananya.

41-44 : Kisah Nabi Ayyub (Ayat 41-44)

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ٤٣

(38:43) Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.754)

Catatan Depag

*754) Nabi Ayyub -'alaihissalām- menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya dan dia memohon pertolongan kepada Allah -Subḥānahu wata'ālā-. Kemudian Allah memperkenankan doanya dan memerintahkan agar dia menghentakkan kakinya ke bumi. Nabi Ayyub -'alaihissalām- menaati perintah itu maka keluarlah air dari bekas kakinya atas petunjuk Allah, Ayyub pun mandi dan minum dari air itu, sehingga sembuhlah dia dari penyakitnya dan dia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Maka mereka kemudian berkembang biak sampai jumlah mereka dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayyub -'alaihissalām- teringat akan sumpahnya, bahwa dia akan memukul istrinya apabila sakitnya sembuh disebabkan istrinya pernah lalai mengurusinya sewaktu dia masih sakit. Tetapi timbul dalam hatinya rasa iba dan sayang kepada istrinya sehingga dia tidak dapat memenuhi sumpahnya. Maka turunlah petunjuk Allah seperti yang tercantum dalam ayat 44 surah ini, agar dia dapat melaksanakan sumpahnya dengan tidak menyakiti istrinya, yaitu memukulnya dengan seikat rumput.

45-48 : Nabi-nabi Pilihan (Ayat 45-48)
49-54 : Balasan bagi Orang Bertakwa (Ayat 49-54)
55-64 : Balasan bagi Orang yang Melampaui Batas (Ayat 55-64)
65-88 : Penutup Surat (Ayat 65-88)

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ ٨٨

(38:88) Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur`an) setelah beberapa waktu lagi."756)

Catatan Depag

*756) Kebenaran berita-berita Al-Qur`ann itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.