Bacaan
TopikPenciptaan dengan Tujuan (Ayat 27-29)
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
Logical Fallacy
(38:27): Straw man fallacy (Argumen boneka jerami) - Secara dangkal mendistorsi pandangan kaum oposisi dengan membuat klaim konyol bahwa mereka (orang kafir) menganggap penciptaan langit dan bumi ini "sia-sia". Dengan menciptakan figur argumen yang lemah dan keliru ini, narasi tersebut lalu menyerangnya dengan mudah lewat vonis siksa neraka.
Scientific Error
Klaim Allah tidak menciptakan langit dan bumi 'dengan sia-sia' (bathilan) — argumen teleologis ini menyiratkan bahwa alam semesta memiliki tujuan yang dapat diidentifikasi; kosmologi modern tidak mendukung klaim tentang 'tujuan' penciptaan alam semesta; eksistensi alam semesta tidak memerlukan tujuan eksternal.

