Bacaan
TopikKisah Nabi Sulaiman (Ayat 30-40)
فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,
Logical Fallacy
(38:36-38): Magical thinking (Pemikiran magis) - Mengklaim supremasi teknis kerajaan masa lalu (Sulaiman) dicapai lewat metode gaib berupa penundukan embusan angin untuk transportasi, serta merantai setan-setan untuk dijadikan pekerja bangunan dan penyelam andal. Penjelasan tata kelola monarki ini sepenuhnya memintas hukum fisika dan kausalitas logis di dunia nyata.
Scientific Error
Mitos Fisika: 'Kami menundukkan angin untuk mengalir lembut sesuai perintah Sulaiman ke mana saja ia kehendaki' — manusia tidak bisa mengendalikan angin; Tafsir Ibn Kathir menambahkan Sulaiman terbang di atas karpet kayu raksasa dengan bantuan angin ini.

