Qurai

Surat 54

Al-Qamar

القمر

Bulan, terdiri dari 55 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-37 setelah At-Tariq sebelum Sad.

Al-Qamar dibuka dengan satu kalimat pendek: saat itu sudah dekat, dan bulan telah terbelah. Peristiwa yang tidak dicatat siapa pun (ayat 1): Kalau bulan benar-benar terbelah, separuh bumi sedang menghadapnya. Babilonia, Cina, India, Persia, dan Byzantium semuanya punya tradisi mencatat langit yang tidak pernah putus, dan tidak satu pun mencatat kejadian itu. Gerhana matahari total 6 April 648 M, yang cakupannya jauh lebih sempit, tercatat sendiri-sendiri di sumber Byzantium, Cina, dan Armenia. Sihir sebagai jawaban yang sudah disiapkan (ayat 2): Ayat 2 melaporkan mereka berpaling dan menyebutnya sihir yang terus-menerus. Sihir adalah sebutan untuk sesuatu yang terlihat nyata padahal bukan. Orang yang benar-benar melihat bulan terbelah tidak akan menyebutnya sihir. Dua bacaan yang sama-sama hidup di tradisi: Sebagian mufasir membacanya sebagai peristiwa yang sudah terjadi di masa Muhammad. Sebagian lain, termasuk beberapa sahabat, membacanya sebagai tanda kiamat yang belum datang. Perdebatannya tidak pernah selesai, dan ayatnya tidak menyediakan penanda untuk memutuskan. Ayat Al-Isra yang ditulis seolah tidak tahu: Di surat Al-Isra, orang Quraisy menantang Muhammad menunjukkan tanda fisik, dan ayat 17:59 menjelaskan kenapa tanda tidak dikirim: umat terdahulu sudah mendustakannya. Kalau bulan sudah terbelah, penjelasan itu tidak perlu ada. Rima yang mengatur panjang kisah (ayat 18 sampai 42): Kisah 'Ad, Tsamud, kaum Luth, dan Firaun disusun berturut-turut, masing-masing ditutup dengan kalimat yang sama: alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-Ku, lalu sungguh Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. Panjang tiap kisah ditentukan oleh letak kalimat penutupnya, bukan oleh isinya. Satu kalimat di ayat pertama menyebut kejadian yang seharusnya terlihat oleh separuh dunia. Yang tersisa dari kejadian itu hanya kalimat tersebut.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (55 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-8 : Tanda Kiamat dan Penolakan Kaum Kafir (Ayat 1-8)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ١

(54:1) Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika terjadi mukjizat terbelahnya bulan. Kaum Quraisy menolak percaya dan menuduh Nabi telah menggunakan sihir kepada mereka, seraya berkata akan menunggu kesaksian para musafir yang datang. Setelah para musafir tiba dan membenarkan bahwa mereka juga melihat bulan terbelah, kaum musyrik tetap ingkar, sehingga turunlah ayat ini. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-2 Usai para penduduk Mekah meminta bukti tentang kebenaran pengakuannya Nabi sebagai utusan Allah, Dia menghadirkan di hadapan mereka bulan yang terbelah. Berkaitan dengan kejadian ini turunlah ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ ٢

(54:2) Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika terjadi mukjizat terbelahnya bulan. Kaum Quraisy menolak percaya dan menuduh Nabi telah menggunakan sihir kepada mereka, seraya berkata akan menunggu kesaksian para musafir yang datang. Setelah para musafir tiba dan membenarkan bahwa mereka juga melihat bulan terbelah, kaum musyrik tetap ingkar, sehingga turunlah ayat ini.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

9-16 : Kisah Kaum Nuh (Ayat 9-16)
17 : Kemudahan Al-Qur'an untuk Diingat (Ayat 17)
18-22 : Kisah Kaum 'Ad (Ayat 18-22)
23-32 : Kisah Kaum Tsamud (Ayat 23-32)
33-40 : Kisah Kaum Luth (Ayat 33-40)
41-42 : Kisah Fir'aun dan Kaumnya (Ayat 41-42)
43-48 : Peringatan Kepada Kaum Kafir (Ayat 43-48)

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ ٤٧

(54:47) Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika kaum musyrik Quraisy datang untuk mendebat persoalan takdir. Riwayat lain menyebutkan ayat ini merupakan teguran kepada pendeta Nasrani Najran yang berdebat dengan Nabi karena menolak keyakinan bahwa dosa atau perbuatan buruk manusia juga sudah ditakdirkan ukurannya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 47-49 Ayat di atas turun untuk menanggapi salah satu pertanyaan yang kaum musyrik ajukan kepada Nabi guna membuktikan kebenaran pengakuannya sebagai utusan Allah, yaitu pertanyaan tentang kadar. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ ٤٨

(54:48) Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika kaum musyrik Quraisy datang untuk mendebat persoalan takdir. Riwayat lain menyebutkan ayat ini merupakan teguran kepada pendeta Nasrani Najran yang berdebat dengan Nabi karena menolak keyakinan bahwa dosa atau perbuatan buruk manusia juga sudah ditakdirkan ukurannya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

49-55 : Kekuasaan Allah dan Ketentuannya (Ayat 49-55)