← Artikel

Seri: Narasi Alkitab

Maryam 19:23 · Ali Imran 3:37 · Maryam 19:29  ·  8 menit

Di Bawah Pohon Kurma

Tiga detail tentang Maryam dan Isa di dalam Al-Qur'an, yaitu pohon kurma saat melahirkan, masa kecil di Bait Suci, dan bayi yang berbicara. Ketiganya punya padanan di naskah Kristen yang beredar di Arabia sebelum Islam.

Ilustrasi editorial pohon kurma, kain kosong, mata air, dan fragmen naskah Kristen kuno

Maryam 19:23 menempatkan Maryam di bawah pohon kurma saat persalinan. Ia bersandar pada batangnya, merasakan sakitnya, berkata lebih baik ia mati. Ayat 19:25 memerintahkan ia menggoyang batang pohon itu, dan kurma masak berjatuhan untuknya.

Detail ini tidak ada di kisah kelahiran Isa yang beredar luas. Bethlehem, palungan, para gembala, bintang di timur, semua itu ada di riwayat yang dikenal. Pohon kurma tidak ada di sana.

Tapi ada satu naskah Kristen yang beredar di komunitas Kristen Timur, Injil Pseudo-Matius, dan di dalamnya ada adegan dalam perjalanan ke Mesir: Maryam kelelahan, duduk di bawah pohon kurma, pohon itu membungkuk memberikan buah kepadanya, dan mata air muncul di akarnya. Unsurnya sama persis: Maryam yang kelelahan, pohon kurma, pohon yang menjawab.

Naskah itu tidak datang dari tempat yang jauh. Peredarannya justru di komunitas Kristen di kawasan Arabia dan sekitarnya pada abad ke-6 dan ke-7.

Maryam di Bait Suci

Ali Imran 3:35 menceritakan istri Imran yang bernazar menyerahkan kandungannya kepada Bait Suci sebelum Maryam lahir. Ali Imran 3:37 menceritakan Maryam dibesarkan di sana, dijaga Zakaria, malaikat membawa makanan untuknya. Zakaria bertanya dari mana makanan itu. Maryam menjawab: dari Allah.

Detail ini tidak ada dalam kitab-kitab yang lebih tua yang diterima komunitas Yahudi. Maryam sebagai tokoh historis tidak muncul dalam catatan resmi Yahudi sama sekali.

Tapi ada dalam Protoevangelium Yakobus, sebuah naskah dari sekitar abad ke-2 yang beredar luas di komunitas Kristen. Di sana: Hanna yang mandul berdoa, janjinya untuk menyerahkan anak kepada Bait Suci, kelahiran Maryam, Maryam yang dibesarkan di Bait Suci, dan malaikat yang membawa makanan untuknya.

Urutan kejadiannya sama. Bukan sekadar mirip karena sama-sama bercerita tentang perempuan di Bait Suci. Urutannya yang sama, dari janji sebelum lahir, penyerahan ke Bait Suci, sampai makanan dari sumber yang tidak diketahui.

Bayi yang berbicara

Maryam 19:29 menceritakan Maryam yang menunjuk bayinya ketika orang-orang mempertanyakan kehamilannya. Lalu 19:30: Isa berbicara dari buaian, menyatakan dirinya hamba Allah, penerima kitab, dan nabi.

Bayi yang berbicara bukan bagian dari riwayat Isa yang diterima gereja arus utama. Tapi Injil Masa Kecil Isa, naskah yang beredar di kalangan Kristen tertentu di Arabia dan Mesir, memuat kisah-kisah tentang Isa yang melakukan hal luar biasa sejak sangat muda, jauh sebelum dewasa.

Komunitas-komunitas Kristen yang ada di sekitar jazirah Arabia pada abad ke-6 dan ke-7 tidak semuanya membaca naskah yang sama. Beberapa membawa naskah yang tidak masuk ke dalam koleksi resmi gereja barat. Detail pohon kurma, detail Maryam di Bait Suci, detail bayi yang berbicara: ketiganya ada di naskah yang beredar di komunitas-komunitas itu.

Bukan berarti Al-Qur'an mengutip naskah-naskah itu langsung. Kisah bisa berpindah lewat obrolan, lewat komunitas, lewat riwayat lisan yang tidak tercatat. Tapi detail-detail itu sudah ada di suatu tempat sebelum Al-Qur'an, dan tempat terdekat yang masih bisa dilacak adalah naskah Kristen yang beredar di kawasan itu.

Bagian keempat dan terakhir: Luqman, ahli hikmah Arabia yang sudah dikenal jauh sebelum Islam, dan apa yang Al-Qur'an lakukan dengan nama yang sudah dipercaya itu.

Lanjut ke Bagian 4: Luqman Sebelum Al-Qur'an →

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria

Bacaan selanjutnya