Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) Ayat 75

Bacaan

TopikKeagungan Al-Qur'an (Ayat 75-82)

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ

(56:75) Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

Asbabun Nuzul

75-82 Pada masa Rasulullah, kaum musyrik menganggap hujan turun karena bertepatan dengan rasi bintang tertentu. Mereka mengingkari hujan itusebagai rahmat yang Allah turunkan kepada manusia. Terkait hal itulahayat ini diturunkan. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

(56:75-76) Sumpah puitis demi letak bintang-bintang di eksploitasi buta oleh apologis sains sebagai prediksi lubang hitam (black hole), sebuah cocoklogi pseudosains (Ijaz) yang memalukan. (Criticism of the Quran - Wikipedia).

Cacat Logika

(56:75-77): Non Sequitur - Bersumpah menggunakan benda astronomi ("tempat beredarnya bintang-bintang") untuk membuktikan kesimpulan bahwa "Al-Quran sangat mulia", dua hal yang tidak memiliki korelasi pembuktian apa pun.

Moral

Sumpah dengan posisi bintang sebagai bukti kebenaran Al-Quran - argumen dari otoritas alam yang bermasalah secara logika

Sains

Sumpah dengan 'mawaaqi' an-nujum' (tempat jatuhnya bintang) - konsep astronomi kuno; bintang tidak 'jatuh' ke tempat tertentu

Kontradiksi

Sumpah dengan posisi bintang sebagai bukti - berbeda dengan sumpah-sumpah lain di Quran yang menggunakan objek berbeda