Bacaan
TopikBukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 57-74)
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ
Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?
Kritik
Pertanyaan "Pernahkah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam (di tanah)?" yang dilontarkan teks kepada audiensnya kembali memberikan pukulan telak terhadap dongeng sejarah Muslim tradisional,. Bukti pertanian dan perkebunan ini memastikan bahwa masyarakat yang dihadapi penyusun teks adalah kaum agraris tulen, bukan kelompok saudagar karavan padang pasir,. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).
Logical Fallacy
(56:63-64): Divine Fallacy (Argument from Incredulity) - Mengesampingkan prinsip agrikultur dan botani dengan memaksakan pilihan semu: jika bukan tangan manusia yang menumbuhkan benih di dalam tanah, maka pasti kekuatan gaib.
Scientific Error
Klaim 'kamukah yang menumbuhkan tanaman itu ataukah Kami?' — serupa dengan ayat 58, ini adalah argument from design yang tidak valid; proses pertumbuhan tanaman dapat dijelaskan sepenuhnya melalui biologi (fotosintesis, penyerapan nutrisi, dll.) tanpa memerlukan intervensi ilahi langsung.
Contradiction
Allah yang menumbuhkan tanaman - bertentangan dengan ayat lain yang menyatakan manusia memiliki peran aktif dalam pertanian

