Bacaan
TopikTanda Kiamat dan Penolakan Kaum Kafir (Ayat 1-8)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
(54:1) Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika terjadi mukjizat terbelahnya bulan. Kaum Quraisy menolak percaya dan menuduh Nabi telah menggunakan sihir kepada mereka, seraya berkata akan menunggu kesaksian para musafir yang datang. Setelah para musafir tiba dan membenarkan bahwa mereka juga melihat bulan terbelah, kaum musyrik tetap ingkar, sehingga turunlah ayat ini. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 1-2 Usai para penduduk Mekah meminta bukti tentang kebenaran pengakuannya Nabi sebagai utusan Allah, Dia menghadirkan di hadapan mereka bulan yang terbelah. Berkaitan dengan kejadian ini turunlah ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Ayat 1 berbunyi iqtarabat as-sa'ah wa-nsyaqqa al-qamar, dengan dua kata kerja berbentuk lampau. Mufasir terbelah sejak awal: sebagian membacanya sebagai kejadian yang sudah lewat di Mekah, sebagian sebagai tanda kiamat yang dikabarkan dengan bentuk lampau. Baris syair yang sering disebut sebagai sumber kalimat ini tidak ada di dalam kumpulan Mu'allaqat yang diakui, dan penisbatannya kepada Imru' al-Qais tidak bisa dilacak ke naskah sebelum Islam.
Sains
Bulan disebut sudah terbelah. Peristiwa sebesar itu akan terlihat dari separuh bumi, dan tidak ada catatan Cina, India, Persia, Yunani, maupun Arab yang menyebutnya, padahal pengamat langit di tempat-tempat itu mencatat gerhana dan komet dengan teliti. Sebagian mufasir membacanya sebagai kejadian pada hari kiamat, bukan yang sudah lewat.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

