Surat 48

Al-Fath

الفتح

Kemenangan, terdiri dari 29 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-111 setelah Al-Jumu'ah sebelum Al-Ma'idah.

QS Al-Fath adalah master class dalam political spin yang bikin kekalahan jadi "kemenangan." Penuh dengan justifikasi ekspansi militer, reward system buat followers, dan propaganda yang clever banget buat maintain morale. Spin Master: Kekalahan Jadi Kemenangan Ayat 1 "Kami berikan kamu kemenangan yang nyata" padahal Muhammad gagal masuk Mekah dan harus negosiasi. Classic political spin yang bikin failure keliatan kayak strategic victory. Reward System buat Loyalis: Ayat 18-19 yang "baiat di bawah pohon" dijanjiin "ketenangan" dan "kemenangan yang dekat." Ayat 29 sahabat Muhammad yang "keras terhadap kafir, kasih sayang sesama mereka" - in-group loyalty vs out-group hostility yang ekstrem. Justifikasi Ekspansi Militer: Ayat 15-16 orang Badui yang nggak ikut perang diancam bakal diserang kalau nggak join jihad selanjutnya. "Kalian akan dipanggil untuk memerangi kaum yang kuat" - basically recruitment untuk conquest berikutnya. Apartheid Spiritual: Ayat 6 "orang munafik dan musyrik lelaki-perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah" vs ayat 4-5 orang beriman yang dijanjiin surga. Clear segregasi: us vs them tanpa nuance. Economic Incentive: Ayat 19-20 "Allah menahan tangan manusia dari kalian dan menahan tangan kalian dari mereka setelah Dia memberi kalian kemenangan atas mereka" - basically peace deal yang menguntungkan secara ekonomi di-spin jadi divine intervention. Propaganda Visual: Ayat 29 deskripsi followers Muhammad kayak "tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu memperkuat dan menebal dan tegak lurus di atas batangnya" - organic growth metaphor buat justify expansion. Divine Endorsement: Ayat 10 "tangan Allah di atas tangan mereka" yang baiat - literally claiming divine backing buat political alliance. Ultimate legitimacy claim. Kesimpulan: Al-Fath adalah masterpiece political spin yang bikin diplomatic setback jadi divine victory, complete dengan reward system, military recruitment, economic incentive, dan divine endorsement. Ini bukan wahyu spiritual, tapi sophisticated propaganda manual.

1-3 : Kemenangan dan Janji Allah (Ayat 1-3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا ١

(48:1) Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun saat perjalanan pulang dari Hudaibiyah. Umat Islam merasa sangat sedih dan tertekan karena dihalangi masuk Makkah dan gagal umrah. Ayat ini turun sebagai kabar gembira dan jaminan kemenangan dari Allah, yang kata Nabi jauh lebih beliau cintai daripada dunia dan seisinya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Mulanya ‘Umar merasa kecewa dengan keputusan Nabi menyepakati Perjanjian Hudaibiyah dengan kaum kafir Mekah. Ia ingin agar umat Islam menyerang mereka. Ayat ini kemudian turun untuk menjanjikan kemenangan bagi umat Islam di masa mendatang. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا ٢

(48:2) Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun saat perjalanan pulang dari Hudaibiyah. Umat Islam merasa sangat sedih dan tertekan karena dihalangi masuk Makkah dan gagal umrah. Ayat ini turun sebagai kabar gembira dan jaminan kemenangan dari Allah, yang kata Nabi jauh lebih beliau cintai daripada dunia dan seisinya.

4-6 : Ketenangan dan Balasan bagi Orang Beriman (Ayat 4-6)

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ٤

(48:4) Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah lah bala tentara langit dan bumi,806) dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,

Catatan Depag

*806) Penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin seperti malaikat, hewan-hewan, angin topan dan sebagainya.

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا ٥

(48:5) Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar,

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun karena para sahabat memberi selamat kepada Nabi atas janji pengampunan dosa beliau di ayat sebelumnya, namun mereka juga bertanya, "Lalu apa yang akan kami dapatkan, wahai Rasulullah?" Allah pun menjawabnya dengan menjanjikan surga bagi mereka. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menjawab pertanyaan sebagian sahabat tentang apa yang akan mereka peroleh jika menerima keputusan Nabi untuk menyepakati Perjanjian Hudaibiyah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا ٦

(48:6) dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk, dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka, serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.

7-10 : Misi Rasulullah (Ayat 7-10)

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ١٠

(48:10) Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar.

11-12 : Sikap Orang Beduin yang Tertinggal (Ayat 11-12)

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا ١١

(48:11) Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu, "Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami." Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan."

بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا ١٢

(48:12) Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya, dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa.

13-15 : Kekuasaan dan Ampunan Allah (Ayat 13-15)

سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا ١٥

(48:15) Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, "Biarkanlah kami mengikuti kamu." Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula." Maka mereka akan berkata, "Sebenarnya kamu dengki kepada kami." Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

16-17 : Seruan kepada Orang Beduin (Ayat 16-17)

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ ۖ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا ۖ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ١٦

(48:16) Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah. Jika kamu patuhi (ajakan itu), Allah akan memberimu pahala yang baik; tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih."

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا ١٧

(48:17) Tidak ada dosa bagi orang-orang yang buta, orang-orang yang pincang, dan orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling, Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

18-21 : Baiat Ridhwan dan Janjinya (Ayat 18-21)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا ١٨

(48:18) Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat,

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا ٢٠

(48:20) Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil, maka Dia segerakan (harta rampasan perang) ini untukmu,807) dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya), dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus,

Catatan Depag

*807) Allah menjanjikan harta rampasan perang yang banyak kepada kaum muslimin. Sebagai pendahuluan, Allah memberikannya, pada Perang Khaibar.

22-25 : Ketetapan Allah dan Perlindungan-Nya (Ayat 22-25)

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا ٢٤

(48:24) Dan Dialah yang mencegah tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (mencegah) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah (kota) Mekkah, setelah Allah memenangkan kamu atas mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika 80 pemuda musyrik dari Makkah secara diam-diam turun dari bukit Tan'im untuk menyergap Nabi dan para sahabat secara tiba-tiba di Hudaibiyah. Allah membutakan mata mereka sehingga umat Islam berhasil menangkap semuanya, namun Nabi berbaik hati melepaskan dan memaafkan mereka. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini, seperti halnya beberapa ayat di atas, turun pada Perjanjian Hudaibiyah. Ketika gencatan senjata telah disepakati oleh kaum muslim dankaum musyrik, salah seorang sahabat dikabarkan dibunuh. Kaum muslim mencurigai beberapa kaum musyrik sebagai pelakunya dan menggelandang mereka ke hadapan Nabi. Demi menghormati kesepakatan yangtelah dicapai, Rasulullah pun membebaskan mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ ۚ وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ٢٥

(48:25) Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari; karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

26-27 : Keangkuhan Orang Kafir dan Visi Rasulullah (Ayat 26-27)

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ٢٦

(48:26) Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliah, maka Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin, dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa,808) dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Catatan Depag

*808) “Kalimat takwa” ialah kalimat tauhid dan memurnikan ketaatan kepada Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا ٢٧

(48:27) Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.809)

Catatan Depag

*809) Beberapa lama sebelum terjadi Perjanjian Hudaibiyah, Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekkah dan Masjidilharam dalam keadaan sebagian mereka menggundul rambut dan sebagian lagi memendekkannya. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu nanti akan terjadi. Kemudian berita ini tersiar di kalangan kaum muslimin, orang-orang munafik, serta orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah terjadi “Perjanjian Hudaibiyah” dan kaum muslimin pada waktu itu tidak sampai memasuki Mekkah, maka orang-orang munafik memperolok-olokkan Nabi dan menyatakan bahwa mimpi yang beliau katakan pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mimpi Nabi itu pasti akan menjadi kenyataan pada tahun yang akan datang. Sekiranya pada tahun terjadinya Perjanjian Hudaibiyah itu kaum muslimin memasuki kota Mekkah, maka keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada di kota Mekkah pada waktu itu merasa terancam.

28-29 : Kemenangan Islam dan Sifat Pengikut Muhammad (Ayat 28-29)

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ٢٩

(48:29) Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.