Al-Fath (Kemenangan) Ayat 11

Bacaan

TopikSikap Orang Beduin yang Tertinggal (Ayat 11-12)

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

(48:11) Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu, "Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami." Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan."

Kritik

(48:11-17) Susunan teks terbukti diacak-acak; terdapat serpihan ayat dari Q. 24:61 tentang kebebasan bagi orang buta yang tertransposisi (salah tempat) masuk ke bagian ini tanpa kohesi yang jelas. (Criticism of the Quran - Wikipedia).

Cacat Logika

(48:11): Intentionality Fallacy - Mengklaim berhak dan mampu mengetahui intensi terdalam (isi hati) dari kaum Badui saat mereka memberikan alasan penolakan, mengabaikan bahwa alasan mereka mungkin tulus.

Moral

(48:11-12): Mengesampingkan nilai-nilai perlindungan keluarga, di mana orang-orang Badui dicela dan didoakan terkena bencana karena mereka menolak ikut berperang dengan alasan harus menjaga harta dan keluarga mereka.