Qurai

Surat 45

Al-Jasiyah

الجاثية

Berlutut, terdiri dari 37 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-65 setelah Ad-Dukhan sebelum Al-Ahqaf.

Al-Jasiyah mengambil tanda-tanda dari langit dan bumi, lalu berpindah ke Bani Israel, lalu ke hari kiamat. Tanda-tanda yang sudah lama diketahui (ayat 3 sampai 6, 12, dan 13): Pergantian siang dan malam, hujan yang menghidupkan bumi, angin, kapal yang berlayar, matahari dan bulan. Semuanya bisa dilihat siapa saja, dan sudah terlihat oleh orang jauh sebelum surat ini turun. Yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan (ayat 23): Ayat 23 menggambarkan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan, lalu Allah menyesatkannya berdasarkan ilmu-Nya, mengunci pendengaran dan hatinya, serta menutup penglihatannya. Sesudah semua itu dipasang, orangnya tetap yang disalahkan. Hidup cuma sekali (ayat 24 dan 25): Ayat 24 mengutip orang yang berkata hidup cuma di dunia ini, kita mati dan hidup, dan yang membinasakan kita cuma waktu. Ayat 25 menjawab bahwa mereka tidak punya hujjah selain menyuruh mendatangkan kembali nenek moyang. Keberatan mereka soal bukti, dan yang dijawab keberatan yang lain. Kami lupakan kalian hari ini (ayat 34): Ayat 34 menyatakan hari ini Kami melupakan kalian sebagaimana kalian melupakan pertemuan hari ini. Yang dijanjikan balasan yang bentuknya persis sama dengan kesalahannya, bukan keadilan. Bani Israel yang diberi segalanya lalu berselisih (ayat 16 dan 17): Di ayat 16 dan 17, Bani Israel diberi kitab, hukum, kenabian, dan rezeki yang baik, lalu berselisih karena kedengkian setelah ilmu datang. Kalau petunjuknya sudah selengkap itu dan hasilnya tetap perpecahan, salah satu dari keduanya perlu dijelaskan. Surat ini ditutup dengan pujian bagi Tuhan semesta alam. Semesta yang disebutnya semesta yang bisa dilihat dari satu titik di Arab abad ke-7.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (37 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-6 : Pembukaan dan Wahyu dari Allah (Ayat 1-6)

وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ٥

(45:5) dan pada pergantian malam dan siang, dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

7-11 : Sikap Orang-orang Kafir terhadap Wahyu (Ayat 7-11)

مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًا وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ١٠

(45:10) Di hadapan mereka neraka Jahanam, dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula (bermanfaat) apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung (mereka) selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

12-13 : Kekuasaan Allah atas Ciptaan-Nya (Ayat 12-13)
14-15 : Petunjuk untuk Orang Beriman (Ayat 14-15)
16-17 : Sejarah Bani Israel (Ayat 16-17)
18-20 : Petunjuk kepada Muhammad dan Umatnya (Ayat 18-20)
21-23 : Keadilan Allah dan Konsekuensi Perbuatan (Ayat 21-23)

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ ٢١

(45:21) Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٢٣

(45:23) Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya,801 dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Catatan Depag

*801) Allah membiarkan orang itu sesat karena Allah telah mengetahui bahwa dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan kebodohan kaum jahiliah yang menyembah berhala. Bila berhala itu telah usang, mereka segera menggantinyadengan berhala yang baru dan menjadikannya sembahan. Demikian seterusnya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

24-26 : Penolakan terhadap Kebangkitan dan Kesesatan (Ayat 24-26)

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ ٢٤

(45:24) Dan mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa." Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum jahiliah yang mengingkari kekuasaan Allah untuk menghidupkan dan mematikan mereka. Merekaberkeyakinan bahwa kehidupan dan kematian ditentukan oleh masa, bukan oleh Tuhan pemilik masa tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

27-37 : Hari Pembalasan (Ayat 27-37)

وَإِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا قُلْتُمْ مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ ٣٢

(45:32) Dan apabila dikatakan (kepadamu), "Sungguh, janji Allah itu benar, dan hari Kiamat itu tidak diragukan adanya," kamu menjawab, "Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ٣٥

(45:35) Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokkan, dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia." Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.