Qurai

Surat 44

Ad-Dukhan

الدخان

Kabut, terdiri dari 59 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-64 setelah Az-Zukhruf sebelum Al-Jasiyah.

Ad-Dukhan menyebut satu malam yang diberkahi, satu asap yang akan datang, dan satu kaum yang sudah dibinasakan. Malam yang diberkahi (ayat 2 sampai 5): Menurut ayat 3, kitab ini diturunkan pada malam yang diberkahi, dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Al-Baqarah 2:185 menyebut Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadan. Al-Qadr 97:1 menyebut malam kemuliaan. Sementara itu, turunnya wahyu sendiri berlangsung dua puluh tiga tahun. Asap yang belum bisa dipastikan (ayat 10 sampai 16): Langit akan mendatangkan asap yang nyata dan menutupi manusia, disebut sebagai azab yang pedih. Sebagian tafsir membacanya sebagai kejadian yang sudah lewat berupa kemarau panjang di Mekah, sebagian sebagai tanda kiamat yang belum datang. Ayatnya tidak memutuskan, dan tanda yang waktunya tidak pasti tidak pernah bisa dinyatakan meleset. Firaun lagi (ayat 17 sampai 33): Musa diutus, ditolak, Bani Israel keluar malam hari, laut dibelah, pasukan Firaun tenggelam. Urutannya sama dengan yang ada di belasan surat lain, tanpa satu pun keterangan baru. Pohon zaqqum dan air mendidih (ayat 43 sampai 50): Makanan orang berdosa yang mendidih di dalam perut seperti cairan logam. Gambaran itu sudah muncul di As-Saffat 37:62 sampai 68 dengan bahan yang sama. Pasangan bermata jeli (ayat 51 sampai 57): Sutra halus, sutra tebal, dan pasangan bermata jeli. Yang dijanjikan di sini kenikmatan yang bentuknya sangat tertentu, dan yang membayangkannya jelas bukan pembaca dari segala zaman. Untuk surat yang dinamai dari asap, asapnya sendiri belum ada yang bisa memastikan sudah datang atau belum.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (59 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-7 : Pembukaan dan Wahyu Al-Quran (Ayat 1-7)
8 : Keesaan dan Kekuasaan Allah (Ayat 8-9)
9-16 : Keraguan Kaum Kafir dan Hukuman Asap (Ayat 9-16)

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ ١٠

(44:10) Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas,793

Catatan Depag

*793) Bencana kelaparan yang menimpa kaum Quraisy karena mereka menentang Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

10-16 Kaum Quraisy mengalami paceklik dan kelaparan sekian lama akibat menentang dakwah Rasulullah. Begitu hebat kelaparan itu menimpa hingga pandangan mereka gelap, seolah ada asap di depan mata mereka. Ayat diatas turun berkaitan dengan peristiwa tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

17-33 : Pelajaran dari Fir'aun dan Bani Israil (Ayat 17-33)
34-37 : Pengingkaran terhadap Kebangkitan (Ayat 34-37)
38-42 : Tujuan Penciptaan dan Hari Penghakiman (Ayat 38-42)
43-57 : Balasan bagi Pendosa dan Orang Beriman (Ayat 43-57)

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ ٤٩

(44:49) "Rasakanlah, sesungguhnya engkau benar-benar orang yang perkasa lagi mulia (di tengah kaummu)."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan kesombongan Abu Jahal yang pernah sesumbar kepada Nabi bahwa dirinya adalah orang yang paling perkasa dan paling mulia di Makkah. Saat ia tewas di Perang Badar, Allah menyuruh malaikat menyiksanya di akhirat sambil mengulangi kata-kata kesombongannya tersebut untuk menghinakannya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

58-59 : Penutup (Ayat 58-59)