Bacaan
TopikKeadilan Allah dan Konsekuensi Perbuatan (Ayat 21-23)
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
(45:23) Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya,801 dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Catatan Depag
*801) Allah membiarkan orang itu sesat karena Allah telah mengetahui bahwa dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkenaan dengan kebodohan kaum jahiliah yang menyembah berhala. Bila berhala itu telah usang, mereka segera menggantinyadengan berhala yang baru dan menjadikannya sembahan. Demikian seterusnya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Alasan yang mematahkan dirinya sendiri. Ayat 23 menyebut Allah sendiri yang membiarkan orang itu sesat, mengunci pendengaran serta hatinya, lalu menutup penglihatannya. Ayat 31 sampai 35 tetap menjatuhkan hukuman atas ketidakpercayaan yang di ayat sebelumnya sudah dinyatakan dipasang dari luar.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

