Ad-Dukhan (Kabut) Ayat 10

Bacaan

TopikKeraguan Kaum Kafir dan Hukuman Asap (Ayat 9-16)

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ

(44:10) Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas,793)

Catatan Depag

*793) Bencana kelaparan yang menimpa kaum Quraisy karena mereka menentang Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Asbabun Nuzul

10-16 Kaum Quraisy mengalami paceklik dan kelaparan sekian lama akibat menentang dakwah Rasulullah. Begitu hebat kelaparan itu menimpa hingga pandangan mereka gelap, seolah ada asap di depan mata mereka. Ayat diatas turun berkaitan dengan peristiwa tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Moral

(44:10-11): Menggunakan ancaman teror kolektif berupa kabut yang menyelimuti seluruh manusia sebagai siksaan mematikan, menghukum masyarakat secara pukul rata.

Sains

Klaim azab 'dukhan' (asap/kabut dari langit) tidak memiliki korelasi dalam catatan sejarah—tidak ada peristiwa kabut kosmik yang menimpa Mekah. Beberapa mufasir menafsirkan ini sebagai kelaparan, namun teks secara literal menyebut fenomena atmosfer.

Kontradiksi

Kontradiksi: a.15 menyatakan 'jika azab dilenyapkan sedikit, kamu kembali kafir'—ini menunjukkan azab bisa dicabut sementara, tetapi a.16 menyebut azab besar yang permanen (al-batsha al-kubra). Mekanisme azab sementara vs permanen tidak konsisten.