Bacaan
TopikBalasan bagi Pendosa dan Orang Beriman (Ayat 43-57)
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya, selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab neraka.
Kritik
Kutipan orang kafir bahwa "Tidak ada yang lain selain kematian kita yang pertama" menyingkap penjiplakan istilah teologis secara langsung. Istilah "Kematian Pertama" dan "Kematian Kedua" (sebagai metafora hukuman abadi) tidak dikenal dalam kosa kata Arab nomaden, melainkan diserap secara eksklusif dari teks Targum Yahudi, sastra Kristen Suriah, dan Gnostik Manikeisme. Hal ini menegaskan bahwa lawan debat Muhammad adalah pemikir sekuler yang berdebat menggunakan istilah-istilah dari sekte kitab suci yang sudah mapan di peradaban itu.
Contradiction
Inkonsistensi: S44:56 menyatakan penghuni surga tidak akan mati lagi selain kematian pertama, namun S2:154 menyebut syuhada tidak mati—apakah mereka punya kematian 'pertama' yang dimaksud? Konsep kematian pertama vs status hidup syuhada tidak konsisten.

