Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 33-44)
وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
Kritik
Ayat yang memarahi orang kafir karena tidak bersyukur atas "kebun kurma, anggur, gandum, dan mata air yang memancar" secara telak menghancurkan mitos sejarah Islam tradisional. Lanskap agraris yang penuh dengan siklus cocok tanam dan irigasi air ini mustahil ditujukan kepada para pedagang nomaden di lembah tandus Mekkah. Fakta geografis ini membuktikan bahwa panggung asli lahirnya Al-Qur'an sebenarnya berada di wilayah Mediterania yang subur (Suriah selatan atau Yordania), bukan di Mekkah. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).

