Bacaan
TopikKisah Penduduk Negeri (Ayat 13-32)
قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ
Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka."
Kritik
Protes kaum penentang yang berbunyi "Kamu cuma manusia biasa seperti kami" membongkar fakta betapa melek-literasinya para pengkritik Muhammad. Mereka sangat paham literatur teologi Timur Dekat kuno, di mana seorang utusan Tuhan (messenger/rasul) haruslah malaikat yang turun dari surga, bukan manusia biasa yang butuh makan dan berjalan di pasar. Penulis teks ini kelabakan memenuhi standar tinggi lawan-lawannya tersebut dan merespons dengan berbagai alasan defensif mengapa ia tidak memiliki wujud atau kekuatan supernatural malaikat. (Patricia Crone, Angels versus Humans as Messengers of God).

