Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Ubayy bin Khalaf datang menemui Nabi membawa tulang belulang yang sudah sangat lapuk. Ia meremukkan tulang itu dengan tangannya lalu dengan sombong menantang Nabi, "Apakah Allah bisa menghidupkan kembali tulang yang sudah hancur ini?" Nabi menjawab bahwa Allah akan membangkitkannya lalu melemparkannya ke neraka.
TopikPenciptaan dan Kebangkitan (Ayat 77-83)
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
Logical Fallacy
(36:78-81): False analogy (Analogi yang salah) - Untuk menjawab kritik logis tentang tidak mungkinnya tulang-belulang hancur lebur hidup kembali, teks memberikan analogi palsu dengan asal muasal penciptaan bumi/langit atau penciptaan awal biologis. Proses pertumbuhan biologis yang tunduk pada hukum fisika dan dapat diobservasi, sama sekali tidak setara dengan keajaiban pembangkitan seketika tulang yang sudah menjadi abu. Berikut adalah kelanjutan analisis sesat pikir (logical fallacies) pada Surah 37 Tahap 2 (ayat 97-182). Analisis disajikan secara kritis, ringkas, dan tajam berdasarkan hierarki falasi:

