Bacaan
TopikKisah Para Nabi dan Kaum Mereka (Ayat 10-21)
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui hal yang gaib tentu mereka tidak menetap dalam siksa yang menghinakan.
Scientific Error
Narasi Sulaiman wafat bersandar tongkat dan para jin tidak menyadarinya sampai ulat memakan tongkat—secara biologis tidak realistis: proses dekomposisi tubuh manusia berlangsung dalam jam/hari dan menghasilkan bau yang kuat; mustahil jin yang bekerja di dekatnya tidak menyadari kematiannya selama periode itu.
Contradiction
Kontradiksi: S34:14 menggunakan peristiwa ulat memakan tongkat untuk membuktikan jin tidak mengetahui hal gaib—namun S72:26-27 menyatakan Allah memberitahu sebagian rahasia gaib kepada rasul-rasul-Nya. Jika jin tidak tahu gaib, bagaimana jin-jin yang bertugas sebagai 'pendengar' wahyu (S72:1) bisa melaporkan informasi langit?

