Qurai

Surat 107

Al-Ma'un

الماعون

Barang Yang Berguna, terdiri dari 7 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-17 setelah At-Takasur sebelum Al-Kafirun.

Al-Ma'un tujuh ayat, dan dua bagiannya berbicara tentang dua kelompok yang berbeda. Mendustakan agama diukur dari perbuatan (ayat 1 sampai 3): Tahukah kamu orang yang mendustakan agama. Jawabannya di ayat 2 dan 3: orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Pendustaan agama di situ diukur dari perlakuan terhadap orang lain, bukan dari keyakinan. Di sebagian besar Al-Qur'an ukurannya justru penolakan terhadap pesannya. Lalai dari salatnya, bukan meninggalkannya (ayat 4 dan 5): Yang disebut di ayat 5 orang yang lalai dari salatnya, bukan orang yang meninggalkan salat. Yang dipersoalkan salat yang tetap dikerjakan tapi kosong. Perbedaan itu perbedaan yang dipertahankan tafsir sejak awal. Dua bagian dari dua masa: Ayat 1 sampai 3 berbicara tentang orang yang menolak, ayat 4 sampai 7 tentang orang yang salat untuk dilihat. Sebagian ahli tafsir menempatkan bagian pertama di Mekah dan bagian kedua di Madinah. Kalau begitu, satu surat pendek ini gabungan dari dua masa yang jaraknya belasan tahun. Al-ma'un yang tidak jelas artinya (ayat 7): Tafsir mengisi al-ma'un dengan zakat, dengan barang rumah tangga yang biasa dipinjam tetangga seperti ember, periuk, dan kapak, atau dengan pertolongan kecil pada umumnya. Kata yang jadi nama suratnya kata yang artinya tidak disepakati. Ayat 2 dan 3 masih dipakai orang sampai sekarang untuk menilai kesalehan. Kedua ayat itu menilai lewat perbuatan yang bisa dilihat.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (7 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Ayat 1-3: Kritik terhadap Penolakan Agama dan Konsekuensi Moral

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ١

(107:1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Ash bin Wa'il. Riwayat lain menyebutkan ini tentang Abu Sufyan yang punya kebiasaan menyembelih dua ekor unta setiap minggunya, namun saat suatu ketika ada seorang anak yatim datang meminta sedikit dagingnya, ia malah menghardik dan memukul anak yatim tersebut dengan tongkat.

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ٢

(107:2) Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Ash bin Wa'il. Riwayat lain menyebutkan ini tentang Abu Sufyan yang punya kebiasaan menyembelih dua ekor unta setiap minggunya, namun saat suatu ketika ada seorang anak yatim datang meminta sedikit dagingnya, ia malah menghardik dan memukul anak yatim tersebut dengan tongkat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

4-7 : Ayat 4-7: Kritik terhadap Ibadah Ritual tanpa Substansi