Qurai

Surat 85

Al-Buruj

البروج

Gugusan Bintang, terdiri dari 22 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-27 setelah Asy-Syams sebelum At-Tin.

Al-Buruj bersumpah demi langit yang punya gugusan bintang, lalu menceritakan satu peristiwa tanpa menyebut waktu maupun tempatnya. Gugusan bintang sebagai sumpah (ayat 1): Kata buruj berarti gugusan atau menara, dan tafsir klasik membacanya sebagai rasi bintang. Membagi langit jadi rasi-rasi adalah warisan Babilonia yang sudah beredar ribuan tahun, dan dari pembagian itu pula lahir astrologi yang ditolak Islam. Ashabul Ukhdud (ayat 4 sampai 8): Para pemilik parit yang membakar orang beriman disebut tanpa nama, tanpa tempat, dan tanpa waktu. Tafsir mengaitkannya dengan pembantaian orang Kristen di Najran sekitar 523 M oleh Dzu Nuwas, raja Himyar yang beragama Yahudi. Kalau itu yang dimaksud, korbannya orang Kristen dan pelakunya penguasa Yahudi, dan tidak satu pun disebut di ayatnya. Azab yang membakar (ayat 10): Ayat 10 menjanjikan orang yang menyiksa mukmin akan mendapat azab Jahanam dan azab yang membakar. Hukuman untuk pembakaran orang berupa pembakaran orang. Kitab yang tersimpan di Lauh Mahfuz (ayat 21 dan 22): Ayat 21 dan 22 menyebut Al-Qur'an yang mulia, tersimpan di Lauh Mahfuz, lembaran yang terpelihara. Gagasan tentang naskah di langit yang jadi induk kitab di bumi sudah ada di tradisi Yahudi sebelumnya. Peristiwa yang jadi pusat surat ini peristiwa nyata yang tercatat di prasasti Himyar dan di sumber Suryani. Yang justru tidak masuk ke dalam ayatnya siapa yang membakar siapa.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (22 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Sumpah Allah dengan Semesta (1-4)
4-9 : Kisah Pembunuhan Orang Beriman (4-9)
10 : Balasan Bagi Para Penindas (10-11)
11-12 : Kabar Gembira Bagi Orang Beriman (11-12)
13-16 : Kekuasaan Allah Yang Maha Agung (13-16)
17-22 : Peringatan dengan Kisah Masa Lalu (17-22)