Bacaan
TopikPeringatan dengan Kisah Masa Lalu (17-22)
فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauḥ Maḥfūẓ).
Kritik
- (85:22) Terdapat varian bacaan karena hilangnya tanda vokal (diakritik) di masa awal, khususnya pada akhiran kata mahfuzun/in yang menimbulkan ambiguitas teologis yang signifikan. Jika diakhiri dengan genitif (-in), maknanya merujuk pada doktrin "Al-Qur'an yang mulia yang berada di atas Loh Mahfuz" (Loh yang terjaga), namun jika dibaca nominatif (-un), ia bermakna "Al-Qur'an mulia yang dijaga, berada di atas sebuah loh".. (Sumber: Analisis Alfred Guillaume yang dikutip dalam diskusi forum filologi Al-Qur'an)
- (85:22) Ide hiperbolis bahwa Al-Qur'an dipelihara pada "Lauh Mahfuz" (loh di surga) mengkloning legenda Yudaisme tentang Loh Batu Musa yang dipercaya berisi seluruh Torah. (The Origins of the Koran).

