يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,844) maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Catatan Depag
*844) Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa pria Makkah yang telah memeluk Islam namun tertahan tidak berhijrah karena istri dan anak-anak mereka memohon dan meratap agar tidak ditinggalkan. Ketika kelak mereka akhirnya berhijrah ke Madinah dan melihat sahabat lain sudah jauh lebih berilmu, mereka berniat menghukum keluarganya, namun Allah menurunkan ayat ini dan menyuruh mereka memaafkannya.
(Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi)
Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa sahabat yang terlambat hijrah ke Madinah karena keluarga mereka enggan ditinggal. Begitu mereka hijrah dan mendapati para sahabat yang hijrah lebih dulu mampu menguasai Islam dengan lebih baik, mereka menyesal dan bermaksud menghukumkeluarga mereka sendiri.
(Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)