Surat 64

At-Tagabun

التغابن

Pengungkapan Kesalahan, terdiri dari 18 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-108 setelah At-Tahrim sebelum As-Saff.

Tuhan berbahasa pedagang arab. Metafora dagang dan bahasa pasar: Nama surat "At-Taghabun" (hari kerugian dan keuntungan) pake terminologi pasar yang mencermin lingkungan komersial Makkah. Konsep teologis dikemas dalam istilah jual-beli, untung-rugi, dan investasi—bahasa sehari-hari pedagang Arab. Ini nunjukin teks yang dipengaruhi realitas sosio-ekonomi manusia, bukan komunikasi universal dari entitas transenden. Kontradiksi kebebasan vs takdir: Surat ini nampillin kontradiksi logis tentang kebebasan dan takdir. Ayat 2 nyatain Allah ciptain manusia sebagai kafir atau mukmin, tapi ayat berikutnya nyalahin manusia atas kekafiran mereka. Teks nggak bisa selesaiin paradoks antara "Allah ciptainmu" dan "kamu yang milih nggak percaya"—nunjukin inkonsistensi argumentasi manusia. Struktur patriarkal cermin budaya Arab: Ayat 14-15 gambarin istri dan anak sebagai "musuh" potensial yang harus diwaspadai, mencermin kecemasan patriarkal masyarakat kesukuan Arab abad ke-7. Peringatan terhadap anggota keluarga yang "gangguin" agama nunjukin teks yang lahir dari konteks sosial spesifik, bukan perspektif universal. Taktik ancaman tanpa bukti: Surat ini andalin ancaman hukuman abstrak di masa depan yang nggak bisa diverifikasi. Ayat 9-10 pake taktik psikologis "hari pengumpulan" yang nakutin tanpa nawarin bukti empiris. Pola narasi hadiah-hukuman ini identik sama mekanisme kontrol sosial buatan manusia. Kesimpulan: At-Taghabun mengekspos penggunaan terminologi komersial pedagang Arab untuk mengemas konsep teologis sambil menampilkan kontradiksi logis tentang kebebasan-takdir dan bias patriarkal budaya lokal, membuktikan karakternya sebagai produk konteks sosio-ekonomi manusiawi yang menggunakan taktik kontrol psikologis daripada komunikasi universal dari entitas transenden.

1-4 : Kebesaran Allah dan Kekuasaan-Nya (1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١

(64:1) Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

5-6 : Peringatan dari Kisah Umat Terdahulu (5-6)
7-10 : Kepastian Hari Kebangkitan dan Iman kepada Allah (7-10)

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ٧

(64:7) Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), "Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan." Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ٩

(64:9) (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

11-13 : Balasan bagi Orang Kafir dan Hikmah Musibah (11-13)
14-18 : Peringatan, Nasihat, dan Janji Allah (14-18)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ١٤

(64:14) Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,844) maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*844) Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa pria Makkah yang telah memeluk Islam namun tertahan tidak berhijrah karena istri dan anak-anak mereka memohon dan meratap agar tidak ditinggalkan. Ketika kelak mereka akhirnya berhijrah ke Madinah dan melihat sahabat lain sudah jauh lebih berilmu, mereka berniat menghukum keluarganya, namun Allah menurunkan ayat ini dan menyuruh mereka memaafkannya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa sahabat yang terlambat hijrah ke Madinah karena keluarga mereka enggan ditinggal. Begitu mereka hijrah dan mendapati para sahabat yang hijrah lebih dulu mampu menguasai Islam dengan lebih baik, mereka menyesal dan bermaksud menghukumkeluarga mereka sendiri. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ١٦

(64:16) Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.