Qurai

Surat 64

At-Tagabun

التغابن

Pengungkapan Kesalahan, terdiri dari 18 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-108 setelah At-Tahrim sebelum As-Saff.

At-Tagabun berarti hari ditampakkannya kerugian dan keuntungan, dan namanya diambil dari kata pasar. Nama surat dari istilah dagang (ayat 9): Taghabun berakar dari ghabn, kerugian dalam jual beli, keadaan waktu satu pihak tertipu harganya. Hari kiamat disebut dengan kata yang setiap hari dipakai pedagang Mekah. Bahasanya bahasa orang yang hidup dari untung dan rugi. Diciptakan kafir, lalu dihukum karena kafir (ayat 2): Ayat 2 menyatakan Allah yang menciptakan manusia, dan di antara mereka ada yang kafir dan ada yang mukmin. Sesudah itu yang kafir tetap yang disalahkan. Dua hal itu tidak bisa berdiri bersama tanpa salah satunya melunak. Istri dan anak sebagai musuh (ayat 14 dan 15): Ayat 14 menyatakan di antara istri dan anak-anak ada yang jadi musuh, dan menyuruh berhati-hati terhadap mereka. Ayat 15 menyebut harta dan anak sebagai cobaan. Orang terdekat ditempatkan sebagai kemungkinan ancaman, dan kewaspadaan itu diarahkan ke dalam rumah sendiri. Tidak ada musibah kecuali dengan izin Allah (ayat 11): Ayat 11 menyatakan tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Kalimat itu menenangkan orang yang sedang tertimpa, dan pada saat yang sama menutup pertanyaan tentang sebab-sebab yang sebenarnya bisa diperbaiki. Sumpah sebagai bukti (ayat 7): Ayat 7 mengutip orang kafir yang menyangka tidak akan dibangkitkan, lalu memerintahkan menjawab: demi Tuhanku, kalian pasti dibangkitkan. Yang ditawarkan sebagai bukti sebuah sumpah. Kitab yang mengaku berbicara kepada seluruh manusia memakai kata pasar Mekah untuk menamai hari terakhir.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (18 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Kebesaran Allah dan Kekuasaan-Nya (1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١

(64:1) Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

5-6 : Peringatan dari Kisah Umat Terdahulu (5-6)
7-10 : Kepastian Hari Kebangkitan dan Iman kepada Allah (7-10)

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ٧

(64:7) Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), "Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan." Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ٩

(64:9) (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

11-13 : Balasan bagi Orang Kafir dan Hikmah Musibah (11-13)
14-18 : Peringatan, Nasihat, dan Janji Allah (14-18)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ١٤

(64:14) Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,844 maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*844) Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa pria Makkah yang telah memeluk Islam namun tertahan tidak berhijrah karena istri dan anak-anak mereka memohon dan meratap agar tidak ditinggalkan. Ketika kelak mereka akhirnya berhijrah ke Madinah dan melihat sahabat lain sudah jauh lebih berilmu, mereka berniat menghukum keluarganya, namun Allah menurunkan ayat ini dan menyuruh mereka memaafkannya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa sahabat yang terlambat hijrah ke Madinah karena keluarga mereka enggan ditinggal. Begitu mereka hijrah dan mendapati para sahabat yang hijrah lebih dulu mampu menguasai Islam dengan lebih baik, mereka menyesal dan bermaksud menghukumkeluarga mereka sendiri. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ١٦

(64:16) Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.