At-Tagabun (Pengungkapan Kesalahan) Ayat 14

Bacaan

TopikPeringatan, Nasihat, dan Janji Allah (14-18)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(64:14) Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,844) maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*844) Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa pria Makkah yang telah memeluk Islam namun tertahan tidak berhijrah karena istri dan anak-anak mereka memohon dan meratap agar tidak ditinggalkan. Ketika kelak mereka akhirnya berhijrah ke Madinah dan melihat sahabat lain sudah jauh lebih berilmu, mereka berniat menghukum keluarganya, namun Allah menurunkan ayat ini dan menyuruh mereka memaafkannya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa sahabat yang terlambat hijrah ke Madinah karena keluarga mereka enggan ditinggal. Begitu mereka hijrah dan mendapati para sahabat yang hijrah lebih dulu mampu menguasai Islam dengan lebih baik, mereka menyesal dan bermaksud menghukumkeluarga mereka sendiri. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Ayat 14 (Kesalahan Penyalinan Kuno / Fatal Error): Pakar kritik teks menemukan adanya korupsi teks di ayat ini (ayat 14, atau ayat 13 pada beberapa penomoran Barat) yang diakibatkan oleh kecerobohan penyalin kuno. Sebuah huruf 'waw' secara tidak sengaja dimasukkan ke dalam teks. Begitu huruf 'waw' ini tertulis, ia secara gramatikal memaksa penyalin untuk meneruskannya dengan kata taghfiru dan menghilangkan kata lakum agar tidak terlihat salah. Pakar menyimpulkan bahwa "bacaan yang keliru (false reading) semacam ini dengan mudah mendapatkan tempatnya di dalam kitab suci pada masa Abu Bakar atau Umar" akibat kecerobohan teknis yang tidak disadari

Cacat Logika

(64:14): Inflation of Conflict & Poisoning the Well - Meracuni hubungan natural kekeluargaan dengan menanamkan paranoia ekstrem bahwa pasangan dan anak-anak sendiri bisa menjadi "musuh" (hambatan beragama) yang harus diwaspadai.

Moral

(64:14): Menanamkan paranoia ekstrem di dalam rumah tangga dengan mencap sebagian istri dan anak-anak sendiri sebagai "musuh" yang harus diwaspadai. Dogma ini berpotensi menghancurkan fondasi rasa aman dan saling percaya dalam keluarga inti.

Kontradiksi

Kontradiksi: S64:14 memperingatkan bahwa istri dan anak bisa menjadi musuh—namun S30:21 menyatakan Allah menjadikan kasih sayang dan rahmat antara suami-istri sebagai tanda kebesaran-Nya. Dua framing tentang relasi keluarga (musuh potensial vs sumber kasih sayang ilahi) tidak direkonsiliasi.