Bacaan
TopikKepastian Hari Kebangkitan dan Iman kepada Allah (7-10)
زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), "Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan." Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
Logical Fallacy
(64:7): Proof by Assertion - Menjawab kritik rasional soal ketiadaan kebangkitan semata-mata dengan mengulangi klaim sumpah kosong "demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan" tanpa bukti logis baru.
Scientific Error
S64:7 mengutip penolakan kafir terhadap kebangkitan dan Al-Quran merespons dengan 'tentu kamu akan dibangkitkan'—tanpa menyediakan mekanisme atau bukti fisik kebangkitan. Respons berupa afirmasi tanpa argumen empiris adalah pernyataan dogmatik, bukan demonstrasi ilmiah atau filosofis yang meyakinkan.

