Qurai

At-Tahrim (Pengharaman) Ayat 1

Bacaan

TopikLarangan Nabi dan Izin Allah (1-2)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(66:1) Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Nabi mengharamkan budak perempuannya (Mariyah) bagi dirinya sendiri karena bersumpah untuk menyenangkan hati Hafshah yang cemburu. Riwayat lain yang paling masyhur menyebutkan bahwa ayat ini turun karena Nabi mengharamkan minuman madu bagi dirinya sendiri setelah Aisyah, Hafshah, dan Saudah bersekongkol menjahili Nabi dengan mengatakan bahwa mulut Nabi berbau tidak sedap (bau Maghafir) setelah meminum madu tersebut di rumah Zainab/Hafshah. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat di atas turun berkenaan dengan Nabi yang menyatakan tidak akan lagi meminum madu, hanya karena ingin menyenangkan hati istri-istrinya.Dari ucapan itu terkesan bahwa Nabi ingin mengharamkan dirinya mengonsumsi bahan pangan yang dihalalkan Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Surat ini dibuka dengan teguran kepada Muhammad karena mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah demi menyenangkan istrinya, lalu berlanjut ke rahasia yang bocor di antara mereka dan ancaman bahwa Allah bisa menggantinya dengan istri-istri yang lebih baik. Riwayatnya berkisar pada madu, atau pada Mariyah. Yang diatur di sini urusan rumah tangga satu orang.

Kontradiksi

Kontra 53:3 dan 53:4, yang menyatakan yang diucapkannya bukan menurut keinginannya melainkan wahyu semata. Ayat 1 menegurnya karena mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah demi menyenangkan hati istri-istrinya. Keputusan yang lahir dari keinginan menyenangkan orang tercatat di kitab yang sama.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria