بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ١
(81:1) Apabila matahari digulung,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
Surat 81
التكوير
Penggulungan, terdiri dari 29 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-7 setelah Al-Lahab sebelum Al-A'la.
At-Takwir menggambarkan hari kiamat lewat dua belas kejadian berturut-turut, lalu berpindah ke pembelaan atas kitabnya sendiri. Matahari yang digulung (ayat 1): Kata kuwwirat berarti digulung atau dililitkan, seperti sorban. Yang dibayangkan benda yang bisa digulung. Matahari bola gas dengan garis tengah sekitar 1,4 juta kilometer. Bintang yang berjatuhan (ayat 2): Bintang yang berjatuhan ke bumi bukan hal yang bisa terjadi tanpa menghapus bumi lebih dulu. Yang selama ini terlihat jatuh dari bumi adalah batu kecil yang terbakar di atmosfer. Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup (ayat 8 dan 9): Di ayat 8 dan 9, bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya karena dosa apa dia dibunuh. Kalimatnya kuat, dan yang ditanya di situ korbannya, bukan pelakunya. Tidak ada hukuman yang ditetapkan untuk perbuatan itu di ayat mana pun. Dua bantahan yang perlu ada (ayat 22 dan 25): Ayat 22 menyatakan temanmu itu bukan orang gila. Ayat 25 menyatakan Al-Qur'an bukan perkataan setan yang terkutuk. Dua bantahan itu ada karena dua tuduhan itu memang beredar. Bintang yang beredar dan bersembunyi (ayat 15 dan 16): Ayat 15 dan 16 bersumpah demi bintang-bintang yang beredar, terbenam, dan bersembunyi. Sebagian penafsir modern membacanya sebagai lubang hitam. Tafsir klasik membacanya sebagai planet yang tampak lalu hilang tertelan siang, dan bacaan itu yang cocok dengan apa yang bisa dilihat mata. Kehendak yang dibuka lalu ditutup (ayat 28 dan 29): Ayat 28 menyebut bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus. Ayat 29 menutupnya: kalian tidak dapat menghendaki kecuali kalau Allah menghendaki. Pola yang sama muncul di Al-Muddassir dan Al-Insan.
Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (29 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ١
(81:1) Apabila matahari digulung,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ ٢
(81:2) dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ ٣
(81:3) dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ ٤
(81:4) dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ ٥
(81:5) dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ٦
(81:6) dan apabila lautan dipanaskan,
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ ٧
(81:7) dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ ٨
(81:8) dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ ٩
(81:9) karena dosa apa dia dibunuh?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ ١٠
(81:10) Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ ١١
(81:11) dan apabila langit dilenyapkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ ١٢
(81:12) dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ ١٣
(81:13) dan apabila surga didekatkan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ ١٤
(81:14) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ١٥
(81:15) Aku bersumpah demi bintang-bintang,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ١٦
(81:16) yang beredar dan terbenam,
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ ١٧
(81:17) demi malam apabila telah larut,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ١٨
(81:18) dan demi subuh apabila telah menyinsing,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ١٩
(81:19) sesungguhnya (Al-Qur`an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ ٢٠
(81:20) yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arasy,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ ٢١
(81:21) yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ ٢٢
(81:22) Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ ٢٣
(81:23) Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ ٢٤
(81:24) Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ ٢٥
(81:25) Dan (Al-Qur`an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ ٢٦
(81:26) maka ke manakah kamu akan pergi?899
Catatan Depag
*899) Setelah diterangkan bahwa Al-Qur`an itu benar-benar datang dari Allah, dan di dalamnya ada pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu, "Jalan manakah yang akan kamu tempuh lagi?"
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ٢٧
(81:27) (Al-Qur`an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ ٢٨
(81:28) (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ٢٩
(81:29) Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk membantah ucapan Abu Jahal. Saat turun ayat "Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus", Abu Jahal dengan sombong berkata bahwa semua itu terserah kehendak manusia sendiri semata. Allah membalas dengan ayat ini, menegaskan bahwa kehendak manusia tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak Allah.