Bacaan
TopikKebenaran Al-Qur'an Sebagai Wahyu (15-21)
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
sesungguhnya (Al-Qur`an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
Kritik
Klaim bahwa penyampai teks melihat "utusan yang mulia yang memiliki kedudukan kuat di sisi Pemilik Arsy (Malaikat)" memperlihatkan kontradiksi teologis yang fatal di dalam Al-Qur'an sendiri. Di ayat lain, penyusun teks mati-matian menolak gagasan malaikat sebagai wujud ilahi, namun di sini ia secara telanjang mengadopsi konsep Angel of the Throne (Malaikat Singgasana) dari tradisi mistisisme Yahudi-Kristen, yang mana malaikat tersebut sering kali dianggap sebagai manifestasi langsung dari Tuhan itu sendiri,. Penulis teks mencomot ide ini tanpa sadar akan inkonsistensinya dengan teologi monoteisme kaku yang ia bangun. (Patricia Crone, Problems in Sura 53 / Angels versus Humans as Messengers of God).

