Bacaan
TopikBalasan Bagi yang Beriman (19-24)
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ
Adapun orang yang kitabnya861) diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
Catatan Depag
*861) Catatan amalan perbuatan.
Kritik
Metafora tentang pembagian "buku catatan amal" dari sebelah kanan (untuk yang selamat) dan sebelah kiri/belakang (untuk yang celaka) diadopsi langsung dari tradisi pembukuan akuntansi komersial (ledger) Timur Dekat Kuno. Penggunaan metafora bisnis untuk menggambarkan pengadilan Tuhan (seperti untung-rugi, pinjaman kepada Tuhan, timbangan yang akurat) menegaskan bahwa masyarakat yang dituju oleh teks ini adalah masyarakat yang sangat melek huruf (literate) dan mahir dalam administrasi keuangan, bukan kaum buta huruf. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).

