Qurai

Surat 63

Al-Munafiqun

المنٰفقون

Orang-Orang Munafik, terdiri dari 11 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-104 setelah Al-Hajj sebelum Al-Mujadalah.

Al-Munafiqun membicarakan satu golongan yang keanggotaannya tidak bisa dibuktikan siapa pun. Sumpah yang tidak menolong (ayat 1 dan 2): Ayat 1 mencatat orang munafik datang dan bersumpah bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah, lalu dinyatakan mereka berdusta. Pengakuan lisan tidak diterima sebagai bukti, dan tidak disebutkan bukti apa yang bisa diterima. Golongan yang batasnya ditentukan dari luar: Kalau ucapan setia bisa langsung dinyatakan dusta, tidak ada satu pun cara bagi seseorang untuk membuktikan dirinya bukan munafik. Yang menentukan siapa yang termasuk pihak yang menuduh. Abdullah bin Ubay (ayat 7 dan 8): Ayat 7 mengutip ucapan supaya tidak memberi nafkah kepada orang yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar. Ayat 8 mengutip ucapan bahwa yang kuat akan mengusir yang lemah dari Madinah. Riwayat menempatkan keduanya pada Abdullah bin Ubay, tokoh Madinah yang kedudukannya bergeser setelah Muhammad datang. Perebutan pengaruh di satu kota masuk ke dalam kitab sebagai perkara keimanan. Kayu yang tersandar (ayat 4): Ayat 4 menyamakan mereka dengan kayu yang tersandar, tubuhnya bagus dilihat tapi kosong isinya. Perumpamaannya bagus, dan yang direndahkan lewat perumpamaan itu lawan politik. Harta dan anak sebagai pengalih (ayat 9): Ayat 9 memperingatkan supaya harta dan anak tidak melalaikan dari mengingat Allah. Peringatan itu datang persis sesudah dua ayat yang mempersoalkan orang yang menahan nafkah. Golongan yang dibicarakan surat ini golongan yang tuduhannya tidak bisa dibantah dan tidak bisa dibuktikan.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (11 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Kebohongan dan Karakter Orang Munafik (1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ ١

(63:1) Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, "Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

1-8 Ayat-ayat di atas turun tentang Zaid bin Arqam. Ia melaporkan kepada Nabi tentang perkataan-perkataan kaum munafik (‘Abdullàh bin Ubay) yang bertujuan melemahkan dan menghina kaum muslim. Ketika Nabimeminta klarifikasi, mereka tidak mengaku dan balik menuduh Zaid berbohong. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ٢

(63:2) Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai,842 lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.

Catatan Depag

*842) Mereka bersumpah bahwa mereka beriman untuk menjaga harta dan diri mereka agar jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ ٤

(63:4) Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar.843 Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?

Catatan Depag

*843) Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, maksudnya ialah untuk menyatakan sifat mereka yang jelek meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tidak dapat memahami kebenaran.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

5-8 : Sifat Keras Kepala Orang Munafik (5-8)

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ ٦

(63:6) Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنْفِقُوا عَلَىٰ مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّىٰ يَنْفَضُّوا ۗ وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ ٧

(63:7) Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), "Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal milik Allah lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai ucapan sombong gembong munafik Abdullah bin Ubayy saat terjadi pertengkaran fisik memperebutkan sumber air antara seorang pengikutnya dengan seorang Muhajirin. Ia menyuruh kaum Anshar untuk berhenti memberikan bantuan makanan kepada kaum Muhajirin agar mereka bubar, dan mengancam jika kembali ke Madinah orang kuat (dirinya) akan mengusir orang lemah (Nabi). Zayd bin Arqam yang mendengar ucapan itu melaporkannya kepada Nabi, namun Abdullah bin Ubayy bersumpah palsu menyangkalnya. Allah kemudian menurunkan surah ini untuk membenarkan ucapan Zayd dan membongkar kebohongan sang gembong munafik tersebut.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ ٨

(63:8) Mereka berkata, "Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.

9-10 : Kesombongan dan Ancaman Orang Munafik (9-11)
11 : Pentingnya Beramal Sebelum Kematian (11)