Bacaan
TopikKesombongan dan Ancaman Orang Munafik (9-11)
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."
Kritik
Ayat 10 (Kesalahan Gramatikal): Ayat yang berbunyi "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" dimasukkan oleh para pakar filologi ke dalam daftar ayat-ayat yang secara jelas mengandung kesalahan tata bahasa (grammatical errors) jika diukur menggunakan standar bahasa Arab klasik
Contradiction
Inkonsistensi: S63:10 memerintahkan berinfak sebelum kematian tiba—namun S57:12 dan S64:17 menggambarkan infak sebagai 'meminjamkan kepada Allah' yang akan dilipatgandakan. Jika infak adalah investasi transaksional dengan balasan berlipat, motivasi berinfak menjadi kalkulasi untung-rugi, bukan keikhlasan—bertentangan dengan prinsip infak lillahi ta'ala.

