Qurai

Surat 32

As-Sajdah

السّجدة

Sajdah, terdiri dari 30 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-75 setelah Al-Mu'minun sebelum At-Tur.

As-Sajdah pendek dan padat, dan hampir seluruh isinya berputar di dua hal: penciptaan dan hari pembalasan. Urutan penciptaan manusia (ayat 7 sampai 9): Manusia diciptakan dari tanah, keturunannya dari air yang hina, lalu ditiupkan ruh. Yang tidak ada di situ pembuahan, sel telur, dan pewarisan sifat, yang semuanya baru diketahui berabad-abad kemudian. Sehari yang seribu tahun (ayat 5): Ayat 5 menerangkan urusan yang naik kepada Allah dalam sehari yang lamanya seribu tahun menurut hitungan manusia. Al-Ma'arij 70:4 menyebut lima puluh ribu tahun untuk hari yang lain. Ukuran waktu yang bisa direntangkan sejauh itu membuat setiap janji sulit dinyatakan meleset. Enam hari penciptaan (ayat 4): Ayat 4 menyebut langit dan bumi diciptakan dalam enam hari. Kerangka enam hari itu sudah ada di Kitab Kejadian, ditulis berabad-abad lebih dulu. Tidak ada keraguan di dalamnya (ayat 2): Ayat 2 menyatakan tidak ada keraguan di dalam kitab ini. Pernyataan itu berdiri di atas kewenangan kitab yang sedang dinilai, dan tidak menambahkan apa pun yang bisa diperiksa dari luar. Sujud sebagai tanggapan yang dilatih (ayat 15): Ayat 15 menggambarkan orang beriman yang langsung tersungkur sujud waktu ayat dibacakan. Yang dibangun di situ bukan pemahaman, melainkan gerak tubuh yang mendahului pikiran. Penyesalan di neraka (ayat 12): Ayat 12 menggambarkan orang berdosa menundukkan kepala dan meminta dikembalikan supaya bisa beramal saleh. Gambaran itu mempan karena tidak bisa diperiksa siapa pun, bukan karena alasannya. Untuk surat sependek ini, sebagian besar ruangnya dipakai untuk apa yang terjadi sesudah mati, dan nyaris tidak ada untuk apa yang harus dikerjakan sebelum itu.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (30 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Kebenaran Al-Quran (Ayat 1-3)
4-9 : Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 4-9)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ٤

(32:4) Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy.654 Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat655 selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Catatan Depag

*654) Bersemayam di atas Arasy ialah sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya. 655) Syafaat ialah pertolongan yang diberikan oleh rasul atau orang-orang tertentu untuk meringankan azab atau beban seseorang di akhirat.

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ ٥

(32:5) Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya656 dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

Catatan Depag

*656) Beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagungan-Nya.

10-14 : Pengingkaran terhadap Kebangkitan (Ayat 10-14)

وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ ١٠

(32:10) Dan mereka berkata, "Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?"657 Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Catatan Depag

*657) Dihidupkan kembali untuk menerima balasan Allah pada hari Kiamat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ١٢

(32:12) Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ١٣

(32:13) Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.

فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ١٤

(32:14) Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

15-17 : Karakteristik Orang Beriman (Ayat 15-17)

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩ ١٥

(32:15) Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud658 dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.

Catatan Depag

*658) Mereka sujud tunduk patuh kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah seperti ini.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ١٦

(32:16) Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya,659 mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Catatan Depag

*659) Mereka tidak tidur pada waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan salat malam.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun memuji para sahabat (terutama kaum Anshar) yang rela menjauhkan lambung mereka dari tempat tidur. Riwayat menyebutkan ini tentang mereka yang selalu menghidupkan waktu antara salat Maghrib dan Isya dengan beribadah, atau mereka yang bangun di tengah malam (Tahajjud) sebagaimana jawaban Nabi kepada Mu'adh bin Jabal tentang pintu-pintu kebaikan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

18-22 : Perbedaan antara Orang Beriman dan Fasik (Ayat 18-22)

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ ١٨

(32:18) Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun terkait perdebatan antara 'Ali bin Abi Thalib dan Al-Walid bin 'Uqbah. Al-Walid menyombongkan diri dengan berkata bahwa dirinya lebih kuat, lebih fasih, dan lebih pantas memimpin. 'Ali membalasnya dengan berkata, "Diamlah, kamu hanyalah orang fasik!" Ayat ini turun membenarkan ucapan 'Ali sebagai orang mukmin sejati dan Al-Walid sebagai orang fasik.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ ٢٠

(32:20) Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

23-25 : Kisah Musa dan Bani Israel (Ayat 23-25)

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ ۖ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ ٢٣

(32:23) Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur`an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.660

Catatan Depag

*660) Taurat telah diberikan kepada Nabi Musa -'alaihissalām-, dan pada masanya dijadikan petunjuk bagi Bani Israil. Begitu juga Al-Qur`an telah diberikan kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan dijadikan petunjuk bagi umat Islam.

26-30 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 26-30)

أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ ٢٦

(32:26) Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ ٢٧

(32:27) Dan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.