Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun terkait perdebatan antara 'Ali bin Abi Thalib dan Al-Walid bin 'Uqbah. Al-Walid menyombongkan diri dengan berkata bahwa dirinya lebih kuat, lebih fasih, dan lebih pantas memimpin. 'Ali membalasnya dengan berkata, "Diamlah, kamu hanyalah orang fasik!" Ayat ini turun membenarkan ucapan 'Ali sebagai orang mukmin sejati dan Al-Walid sebagai orang fasik.
TopikPerbedaan antara Orang Beriman dan Fasik (Ayat 18-22)
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ
Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.
Logical Fallacy
False dichotomy - Memaksakan polarisasi cacat dengan membagi manusia hanya ke dalam dua kubu absolut: orang beriman (kebaikan tunggal) atau orang fasik/kafir (keburukan tunggal).

