Bacaan
TopikKisah Musa dan Bani Israel (Ayat 23-25)
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ ۖ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ
Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur`an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.660)
Catatan Depag
*660) Taurat telah diberikan kepada Nabi Musa -'alaihissalām-, dan pada masanya dijadikan petunjuk bagi Bani Israil. Begitu juga Al-Qur`an telah diberikan kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan dijadikan petunjuk bagi umat Islam.
Kritik
Ayat 23-24 (Sisipan Asing): Ayat 18 hingga 22 dan kemudian 25 hingga 29 murni membahas tentang perbandingan nasib orang beriman dan orang fasik secara umum. Namun, ayat 23-24 secara tiba-tiba membahas pemberian Kitab kepada Musa. Ini dipandang sebagai intrusi/sisipan asing yang memecah belah dan memutus kesinambungan tema aslinya

