Qurai

Surat 105

Al-Fil

الفيل

Gajah, terdiri dari 5 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-19 setelah Al-Kafirun sebelum Al-Falaq.

Al-Fil menceritakan satu peristiwa dalam lima ayat, dan hampir semua keterangan yang biasa disertakan tidak ada di ayatnya. Yang tidak disebut di ayatnya (ayat 1 sampai 5): Ayatnya menyebut tentara bergajah, burung berbondong-bondong, dan batu dari tanah yang terbakar. Nama Abrahah, nama Kabah, tahun kejadian, dan tujuan penyerangan tidak ada satu pun di dalamnya. Semuanya datang dari sirah Ibnu Ishaq yang disusun lebih dari seratus tahun sesudahnya. Tahun Gajah dan prasasti Abrahah: Tradisi Islam menempatkan peristiwa ini di tahun kelahiran Muhammad, sekitar 570 M. Prasasti Murayghan yang ditinggalkan Abrahah sendiri mencatat kampanyenya di Arabia tengah pada 552 M. Selisih hampir dua puluh tahun itu membuat sejarawan mempertanyakan penanggalan tradisinya, bukan peristiwanya. Batu dari sijjil (ayat 4): Kata sijjil umumnya dianggap serapan dari Persia, sang-gil, batu dan tanah liat. Kata asing masuk ke dalam keterangan tentang alat yang dipakai. Wabah sebagai keterangan lain: Ibnu Ishaq sendiri meriwayatkan pasukan Abrahah diserang penyakit yang membuat daging mereka rontok. Keterangan itu ada di dalam sumber Islam sendiri, berdampingan dengan cerita burungnya. Suratnya berbentuk pertanyaan: tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhanmu bertindak. Bentuk itu mengandaikan pendengarnya sudah tahu ceritanya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (5 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-2 : Ayat 1-2: Narasi Historis dan Pertanyaan Retoris
3-5 : Ayat 3-5: Deskripsi Intervensi Ilahiah