Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai kesombongan Abu Jahal yang pernah mencegah dan mengancam Nabi dengan kasar saat beliau sedang salat. Ia menantang dengan mengatakan bahwa ia memiliki pasukan penjaga dan pengikut terbanyak di Makkah. Ayat ini menantangnya untuk memanggil semua pasukannya, karena kelak Allah akan memanggil para malaikat penjaga neraka (Zabaniyah) untuk menyeretnya.
TopikAyat 19: Perintah Akhir
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩
Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
Kritik
Ayat 19 (Penemuan Judul yang Menjadi Ayat): Ayat 19 berakhir dengan dua kata "sujudlah dan dekatkanlah dirimu" (wa-sjud wa-qtarib) Kata-kata ini sama sekali tidak memiliki rima dengan keseluruhan surat Luling menemukan bahwa secara historis, kedua kata ini sebenarnya adalah "judul" (headline/footline) dari dokumen himne kuno tersebut, yang diletakkan di akhir teks, namun secara keliru disalin oleh pengumpul Al-Qur'an sebagai bagian dari ayat
Logical Fallacy
(96:19): Appeal to fear - Menginstruksikan kepatuhan secara buta untuk "jangan patuh kepadanya" (oposisi) murni karena bayang-bayang ancaman kekerasan gaib sebelumnya. (Surat 97: Al-Qadr)

