Qurai

Surat 90

Al-Balad

البلد

Negeri, terdiri dari 20 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-35 setelah Qaf sebelum At-Tariq.

Al-Balad bersumpah demi satu kota, lalu menyebut satu jalan mendaki yang jarang ditempuh orang. Sumpah demi negeri ini (ayat 1 sampai 3): Ayat 1 dan 2 bersumpah demi negeri ini, dan menyebut Muhammad halal tinggal di negeri itu. Tafsir menunjuk Mekah. Kesucian satu kota ditetapkan lewat sumpah, dan kota itu kota tempat tinggal orang yang mengucapkannya. Jalan yang mendaki (ayat 11 sampai 16): Ayat 11 sampai 16 merinci jalan yang mendaki: memerdekakan budak, memberi makan pada hari kelaparan kepada anak yatim yang masih kerabat atau orang miskin yang sangat memerlukan. Isinya bagus dan langsung bisa dikerjakan. Memerdekakan budak disebut sebagai perbuatan baik, dan perbudakannya sendiri tidak dihapus. Manusia yang diciptakan dalam susah payah (ayat 4): Ayat 4 menyebut manusia diciptakan berada dalam susah payah. Satu kalimat, dan kalimat itu salah satu yang paling terus terang di seluruh Al-Qur'an tentang keadaan manusia. Mengira tidak ada yang melihatnya (ayat 5 sampai 7): Ayat 7 berbicara tentang orang yang mengira tidak ada seorang pun yang melihatnya. Yang mendorong berbuat baik di situ pengawasan, bukan keadaan orang yang ditolong. Golongan kanan dan golongan kiri (ayat 18 dan 19): Ayat 18 dan 19 membagi manusia jadi golongan kanan dan golongan kiri. Batas antara keduanya ditetapkan daftar di ayat 13 sampai 16, dan daftar itu daftar perbuatan yang hanya bisa dilakukan orang yang punya sesuatu untuk diberikan. Bagian paling kuat di surat ini perintah memberi makan pada hari kelaparan. Bagian itu tidak memerlukan sumpah demi kota mana pun.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (20 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Ayat 1-4: Sumpah dengan Kota Suci dan Penciptaan Manusia
5-10 : Ayat 5-10: Kritik terhadap Kesombongan Manusia
11-16 : Ayat 11-16: Tantangan Moral dan Definisi "Jalan Mendaki"
17-20 : Ayat 17-20: Konsekuensi Moral dan Akhir Kehidupan