Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekkah).


Surat 90
البلد
Negeri, terdiri dari 20 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-35 setelah Qaf sebelum At-Tariq.
Kampanye marketing makkah jadi pusat dunia. Bikin Makkah jadi Yerusalem tandingan: Sumpah pada "negeri ini" adalah strategi terang-terangan buat ciptain pusat keagamaan alternatif yang saingan Yerusalem. Ini agenda politik-religius buat alihkan fokus dari pusat Yahudi-Kristen yang udah mapan ke lokasi baru yang menguntungkan otoritas Muhammad. Taktik pengalihan geografis kesucian adalah praktek umum pembentukan gerakan religius-politik baru. Tuhan universal yang obsesi lokal: Entitas yang ngaku ciptain seluruh alam semesta kok terobsesi sama kota kecil di gurun Arab? Rujukan Makkah sebagai lokasi sakral khusus ngekspos paradoks fundamental: gimana entitas kosmik universal begitu fokus pada satu titik geografis yang nggak signifikan? Pretensi universalitas dipatahkan oleh fiksasi geografisnya sendiri yang mencerminkan produk konteks sosio-politik regional. Etika tribal yang terbatas: Reduksi kebajikan jadi cuma "memerdekakan budak" dan "kasih makan orang lapar" - refleksi nilai dasar masyarakat kesukuan yang nggak melampaui etika sosial primitif zamannya. Visi moralnya nggak nawarin pemahaman transenden atau revolusioner, cuma praktek umum komunitas Arab abad ke-7. Keterbatasan ini nunjukin asal-usul manusiawi yang terikat batas moral kontemporer. Dualisme hitam-putih primitif: Bagi manusia jadi golongan "kanan" dan "kiri" - penyederhanaan ekstrem dari spektrum kompleks perilaku dan moralitas manusia. Kategorisasi biner primitif ini ciri pemikiran tribal yang bagi dunia jadi "kita vs mereka," bukan pemahaman nuansir tentang kondisi manusia. Polarisasi ini nunjukin keterbatasan psikologis pemikiran abad pertengahan. Kesimpulan: Al-Balad mengekspos agenda geopolitik religius untuk mengalihkan pusat kesucian ke Makkah melalui sakralisasi lokal yang paradoks dengan klaim universalitas, dikemas dalam moralitas tribal terbatas dan dualisme primitif yang mencerminkan keterbatasan pemikiran manusiawi abad ke-7.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekkah).
Ayat 2
وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
Dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekkah) ini.
Ayat 3
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ
Dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.
Ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
Ayat 5
أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ
Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?
Ayat 6
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا
Dia mengatakan, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."
Ayat 7
أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ
Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
Ayat 17
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
Ayat 18
أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.
Ayat 19
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
Ayat 14