Qurai

Surat 50

Qaf

ق

Qaf, terdiri dari 45 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-34 setelah Al-Mursalat sebelum Al-Balad.

Qaf berputar di satu keberatan yang dikutipnya sendiri: bagaimana orang yang sudah jadi tanah bisa dihidupkan lagi. Pertanyaan yang dijawab dengan menilai penanyanya (ayat 2 sampai 5): Ayat 3 mengutip pertanyaannya: apakah setelah kami mati dan menjadi tanah, kami akan dikembalikan? Ayat 4 menjawab bahwa Allah tahu apa yang dihancurkan bumi dan punya kitab yang menjaga. Ayat 5 menyebut mereka berada dalam keadaan kacau. Pertanyaannya soal caranya, jawabannya soal siapa yang tahu, lalu penanyanya yang dinilai. Hujan sebagai bukti kebangkitan (ayat 9 sampai 11): Air diturunkan, tanah yang mati jadi hidup, dan ayat 11 menutup: seperti itulah kebangkitan. Biji yang menyimpan bahan hidup lalu tumbuh waktu kena air bukan hal yang sama dengan tubuh yang sudah terurai jadi unsur dan tersebar. Delapan kaum dibinasakan dalam tiga ayat (ayat 12 sampai 14): Kaum Nuh, penduduk Rass, Tsamud, 'Ad, Firaun, kaum Luth, penduduk Aikah, dan kaum Tubba' disebut berturut-turut dengan satu kalimat penutup yang sama. Daftar sepanjang itu dalam tiga ayat memperlihatkan yang dipakai bukan kisahnya, melainkan jumlahnya. Lebih dekat daripada urat leher (ayat 16 sampai 18): Ayat 16 menyatakan Allah mengetahui apa yang dibisikkan hati manusia dan lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Ayat 17 dan 18 menambahkan dua malaikat yang duduk di kanan dan kiri, mencatat setiap kata yang diucapkan. Yang diawasi bukan cuma perbuatan, tapi juga isi kepala, dan tidak ada satu ruang pun yang tersisa. Sakratulmaut sebagai penagih (ayat 19): Ayat 19 menyebut sakratulmaut datang membawa kebenaran, dan itulah yang selama ini kamu hindari. Kematian ditempatkan sebagai penagih, bukan sebagai akhir. Digiring bersama penggiring dan saksi (ayat 21 dan 22): Setiap orang datang bersama malaikat penggiring dan malaikat saksi, lalu tutup matanya disingkap sehingga penglihatannya tajam hari itu. Yang digambarkan cara membawa tahanan, bukan cara menyambut tamu. Huruf pembuka yang tidak ada yang tahu (ayat 1): Surat ini dibuka dengan huruf Qaf. Para mufasir sendiri menggolongkannya sebagai ayat yang maknanya tidak diketahui, di dalam kitab yang menyebut dirinya jelas. Keberatan yang dikutip di ayat 3 keberatan yang masuk akal, dan sampai ayat terakhir keberatan itu tidak pernah dijawab dengan caranya, cuma dengan siapa yang berkuasa.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (45 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-2 : Pembukaan dan Keagungan Al-Quran (Ayat 1-2)
3-5 : Keraguan tentang Kebangkitan (Ayat 3-5)
6-11 : Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 6-11)
12-14 : Pendustaan Umat Terdahulu (Ayat 12-14)
15-19 : Penciptaan dan Pengawasan Allah (Ayat 15-19)
20-30 : Hari Kebangkitan (Ayat 20-30)
31-35 : Balasan Surga dan Neraka (Ayat 30-35)
36-45 : Peringatan dari Sejarah dan Penutup (Ayat 36-45)

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ ٣٦

(50:36) Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ ٣٨

(50:38) Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menanggapi klaim orang-orang Yahudi yang menyatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari lalu beristirahat pada hari ketujuh (hari Sabat/Sabtu). Nabi sangat marah mendengar pernyataan tersebut, lalu turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Allah sedikit pun tidak merasa lelah.