Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الرَّحْمَٰنُ
(Allah) Yang Maha Pengasih,


Surat 55
الرحمن
Maha Pengasih, terdiri dari 78 ayat dan turun di Madinah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-97 setelah Ar-Ra'd sebelum Al-Insan.
Pengulangan membosankan yang dipuji. Pengulangan berlebihan yang diklaim "puitis": Surah ini ngulang frasa "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" 31 kali. Ini bukan keajaiban sastra, tapi teknik sederhana yang bisa dilakuin siapa aja. Coba bayangin buku atau pidato modern yang ngulang satu kalimat 31 kali - pasti dikritik habis karena nggak kreatif. Jiplak format Yahudi-Kristen: Struktur pengulangan ini bukan inovasi Al-Quran, tapi kopian dari format Mazmur Ibrani dan liturgi Suryani-Kristen. Bukti kuat bahwa Al-Quran cuma hasil adaptasi dari tradisi keagamaan yang udah ada sebelumnya, bukan wahyu orisinal. Produk tukar-menukar budaya: Kesamaan format sama tradisi Yahudi-Kristen ngebuktiin Al-Quran adalah hasil proses tukar-menukar budaya antar-agama di Timur Tengah. Ini evolusi sastra keagamaan biasa, bukan wahyu yang turun dari langit tanpa konteks budaya. Standar ganda yang memalukan: Kalau penulis modern ngulang satu frasa 31 kali, dia dianggap penulis buruk. Tapi pas Al-Quran lakuin hal sama, tiba-tiba jadi "keindahan retoris". Contoh perfect standar ganda yang diterapin pas nilai teks keagamaan versus teks biasa. Kesimpulan: Ar-Rahman mengekspos penggunaan standar ganda dalam menilai kualitas sastra keagamaan, dimana teknik pengulangan berlebihan yang akan dikritik dalam karya modern malah dipuji sebagai keajaiban ketika muncul dalam teks keagamaan, membuktikan bias evaluasi yang tidak objektif terhadap Al-Quran.
Ayat 10
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).
Ayat 11
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ
Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
Ayat 12
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Ayat 17
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan (yang memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.819)
Catatan Depag
*819) Tempat terbit dan terbenam matahari pada musim panas dan pada musim dingin.
Ayat 18
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat 19
Ayat 31
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
Ayat 32
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat 33
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
Ayat 37
فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
Ayat 38
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat 39
فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.822)
Ayat 62
وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.824)
Catatan Depag
*824) Selain dua surga yang tersebut di atas ada lagi dua surga untuk orang-orang mukmin yang kurang derajatnya dari orang-orang mukmin yang dimasukkan ke dalam surga yang pertama.
Ayat 63
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat 64
Bintang dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
Ayat 16
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Catatan Depag
*822) Tetapi pada saatnya akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya.
Ayat 44
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.
مُدْهَامَّتَانِ
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
Ayat 66
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua mata air yang memancar.
Ayat 68
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
Ayat 70
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.