Qurai

Surat 55

Ar-Rahman

الرحمن

Maha Pengasih, terdiri dari 78 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-97 setelah Ar-Ra'd sebelum Al-Insan.

Ar-Rahman 78 ayat, dan 31 di antaranya kalimat yang sama persis. Satu kalimat, tiga puluh satu kali: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" muncul 31 kali tanpa berubah satu huruf pun. Hampir empat dari sepuluh ayat di surat ini kalimat itu. Dalam ilmu balagha sendiri, pengulangan disebut kuat kalau membawa perubahan susunan kata, perkembangan makna, atau pergeseran keadaan. Pengulangan yang menyalin persis dinilai sebaliknya. Bentuk yang sudah ada sebelumnya: Susunan bait yang disela satu kalimat berulang adalah bentuk liturgi yang sudah lama dipakai di Timur Tengah. Mazmur 136 mengulang "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" di setiap ayatnya, dua puluh enam kali. Bentuknya memang dirancang untuk dibacakan bergantian di rumah ibadah. Kamu berdua (ayat 13 dan 33): Kata gantinya -kumaa, bentuk untuk dua pihak. Ayat 33 menjawab siapa keduanya: golongan jin dan manusia. Rima ganda di sepanjang surat baru jalan kalau pendengarnya memang dua. Surga untuk yang takut kepada Tuhannya (ayat 46 sampai 78): Dua taman, lalu dua taman lagi, masing-masing dengan mata air, buah, dan pasangan bermata jeli yang belum pernah disentuh siapa pun. Yang dijanjikan bentuknya sangat tertentu, dan yang membayangkannya orang yang hidup di tanah kering. Pertanyaan yang jawabannya sudah ada di dalamnya: Kalimat berulang itu selalu datang sesudah daftar nikmat. Yang ditanyakan bukan apakah nikmat itu ada, melainkan siapa yang berani mendustakannya. Kalau pengulangan sepersis ini muncul di karya penulis mana pun, pengulangan itu akan disebut kekurangan. Di sini pengulangan yang sama disebut keindahan, dan yang berbeda hanya siapa yang dianggap menulisnya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (78 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-4 : Rahmat Allah dalam Pengajaran dan Penciptaan (Ayat 1-4)
5-9 : Keteraturan Alam Semesta (Ayat 5-9)
10-12 : Nikmat di Bumi (Ayat 10-12)
13 : Pertanyaan Retoris tentang Nikmat (Ayat 13)
14-16 : Penciptaan Manusia dan Jin (Ayat 14-16)
17-25 : Kekuasaan Allah atas Alam (Ayat 17-25)

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ ٢٠

(55:20) di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.820

Catatan Depag

*820) Di antara mufasir ada yang berpendapat bahwa Lā yabgiyān maksudnya masing-masing tidak menghendaki. Dengan demikian maksud ayat 19 dan 20, ialah bahwa ada dua laut yang keduanya terpisah dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), maka bertemulah kedua lautan itu. Seperti Terusan Suez dan Terusan Panama.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

26-30 : Kefanaan Makhluk dan Kekekalan Allah (Ayat 26-30)
31-36 : Peringatan tentang Hari Kiamat (Ayat 31-36)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ٣٣

(55:33) Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

37-45 : Gambaran Kiamat (Ayat 37-45)
46-61 : Surga untuk Orang yang Bertakwa (Ayat 46-61)
62-77 : Surga Tambahan (Ayat 62-77)
78 : Penutup (Ayat 78)