Deskripsi tentang dua lautan yang berdampingan (satu tawar, satu asin) dan menghasilkan "mutiara serta marjan (karang)" merupakan bukti empiris dan geografis yang secara mutlak membantah Mekkah sebagai latar asli teks ini. Masyarakat audiens teks ini dengan jelas digambarkan berprofesi sebagai nelayan atau pelaut yang berdekatan dengan dua perairan berbeda (kemungkinan persinggungan Sungai Nil dan Laut Merah/Mediterania), sebuah lanskap maritim yang mustahil eksis di lembah gurun Mekkah yang gersang dan tertutup. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).