Ar-Rahman (Maha Pengasih) Ayat 19

Bacaan

TopikKekuasaan Allah atas Alam (Ayat 17-25)

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

(55:19) Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,

Kritik

Deskripsi tentang dua lautan yang berdampingan (satu tawar, satu asin) dan menghasilkan "mutiara serta marjan (karang)" merupakan bukti empiris dan geografis yang secara mutlak membantah Mekkah sebagai latar asli teks ini. Masyarakat audiens teks ini dengan jelas digambarkan berprofesi sebagai nelayan atau pelaut yang berdekatan dengan dua perairan berbeda (kemungkinan persinggungan Sungai Nil dan Laut Merah/Mediterania), sebuah lanskap maritim yang mustahil eksis di lembah gurun Mekkah yang gersang dan tertutup. (Patricia Crone, How Did the Quranic Pagans Make a Living?).

Cacat Logika

(55:19-20): Divine Fallacy (Argument from Incredulity) - Menyimpulkan fenomena bertemunya dua laut (batas arus/salinitas air) sebagai bukti intervensi gaib secara absolut, mengabaikan kausalitas fenomena fisis dan oseanografi.

Sains

Oseanografi Keliru: 'Dia membiarkan dua lautan mengalir berdampingan; di antara keduanya ada barzakh yang tidak bisa dilampaui' — tidak ada barrier supernatural permanen antara dua badan air; mereka bercampur secara gradual.