Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا
Demi (angin) yang menerbangkan debu,


Surat 51
الذّٰريٰت
Angin yang Menerbangkan, terdiri dari 60 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-67 setelah Al-Ahqaf sebelum Al-Gasyiyah.
Mukjizat ilmiah palsu yang dipaksakan. Retrofitting yang memalukan: Para apologis modern ngaku surah ini ngebahas "ekspansi alam semesta" dari ayat "langit dibangun dengan kekuatan dan sedang diperluas." Ini contoh klasik pembacaan mundur - memaksakan pengetahuan modern ke teks kuno. Padahal penafsir klasik selama 1300 tahun cuma ngeliat ini sebagai keluasan langit biasa, bukan ekspansi dinamis kayak kosmologi modern. Cherry-picking yang tidak jujur: Seneng banget ngutip ayat yang bisa "disesuaikan" sama sains modern, tapi tutup mata rapat-rapat soal ayat langit sebagai atap atau tujuh langit bertingkat yang jelas bertentangan sama sains. Seleksi bukti yang sangat tidak fair dan manipulatif. Metode kerja yang transparan: Polanya selalu sama: tunggu sains nemuin sesuatu, terus cari-cari ayat yang bisa diputer maknanya biar cocok. Kalau ini beneran wahyu ilahi, kenapa nggak ada yang bisa prediksi ekspansi alam semesta SEBELUM Edwin Hubble nemuin di abad ke-20? Kenapa harus nunggu sains dulu baru "sadar"? Kegagalan logika fundamental: Kalau Al-Quran emang punya pengetahuan saintifik super canggih, harusnya bisa jadi pedoman ilmiah yang akurat. Kenyataannya, interpretasi "ilmiah" ini baru muncul setelah penemuan sains modern. Ini bukan mukjizat, tapi akrobat interpretasi yang memaksa. Kesimpulan: Az-Zariyat mengekspos taktik apologetik yang manipulatif dalam "mencocokkan" teks religius dengan sains modern melalui reinterpretasi retrospektif, membuktikan bahwa klaim mukjizat ilmiah Al-Quran adalah konstruksi modern yang dipaksakan, bukan kebenaran yang inheren dalam teks.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا
Demi (angin) yang menerbangkan debu,
Ayat 2
فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا
dan awan yang mengandung (hujan),
Ayat 3
فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا
dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah,
Ayat 4
فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,
Ayat 5
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ
sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,
Ayat 6
وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ
dan sungguh, (hari) pembalasan pasti terjadi.
Ayat 7
وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,811)
Catatan Depag
*811) Garis edar bintang, planet, dan benda-benda angkasa lainnya. Ada pula yang mengartikan żātil Ḥubuk dengan "mempunyai ciptaan yang bagus", "mempunyai hiasan bintang-bintang", atau "mempunyai bangunan yang kokoh".
Ayat 8
إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ
sungguh, kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat.812)
Catatan Depag
*812) Kaum musyrikin berbeda-beda pendapat tentang Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan Al-Qur`an.
Ayat 15
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,
Ayat 16
آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ
mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik;
Ayat 17
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
Ayat 20
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ
Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin,
Ayat 21
وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Ayat 22
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.
Ayat 24
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
Ayat 25
إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salāman (salam)." Ibrahim menjawab, "Salāmun (salam)". (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya.
Ayat 26
فَرَاغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ
Ayat 31
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?"
Ayat 32
قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luṭ),
Ayat 33
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ
Ayat 38
وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
Ayat 39
فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, "Dia adalah seorang penyihir atau orang gila."
Ayat 40
فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ
Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.
Ayat 47
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.
Ayat 48
وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ
Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang menghamparkan.
Ayat 49
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Ayat 50
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
Ayat 51
وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
Ayat 11
الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian.
Ayat 18
agar kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras),
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).
Ayat 52
Ayat 55
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.
Asbabun Nuzul
Para sahabat merasa sedih luar biasa ketika Allah meminta Rasulullah untuk berpaling dari mereka. Mereka khawatir ditelantarkan dan tidak lagi dipedulikan oleh beliau. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)