(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada Jahanam, "Apakah kamu sudah penuh?" Ia menjawab, "Masih adakah tambahan?"
Logical Fallacy
(50:30): Reification & Appeal to Fear - Menghidupkan konsep abstrak neraka seolah ia monster sadis yang bisa merespons "Masih adakah tambahan?" murni untuk menciptakan teror psikologis.
Moral Concern
(50:30): Menganimasi neraka sebagai makhluk penyiksa yang haus darah dan tidak pernah puas, di mana saat tuhan bertanya apakah neraka sudah penuh, ia merespons secara rakus: "Masih adakah tambahan?".
Scientific Error
Personifikasi neraka yang 'berbicara' dan menjawab pertanyaan Allah tidak konsisten dengan kosmologi fisik—neraka dalam teks Al-Quran diperlakukan sebagai entitas berkesadaran yang dapat merespons; ini adalah personifikasi sastrawi yang bertentangan dengan deskripsi neraka sebagai tempat/kondisi fisik.
Contradiction
Inkonsistensi: S50:30 menggambarkan neraka penuh dan minta tambahan—namun S11:119 menyatakan Allah akan memenuhi neraka dengan jin dan manusia bersama-sama. Jika neraka sudah dirancang untuk dipenuhi sesuai rencana Allah, dialog 'apakah sudah penuh?' menjadi performatif tanpa makna informatif.