Bacaan
TopikPerang Hunain dan Ketegangan dengan Ahli Kitab (Ayat 25-35)
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
(9:30) Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putera Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Beberapa orang Yahudi menemui Rasulullah dan menyatakan diri tidak akan mengikuti ajaran Islam karena beliau enggan mengikuti kiblat mereka dan tidak mau mengakui ‘Uzair sebagai putra Allah. Terkait kejadianini turunlah ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Tuduhan bahwa orang Yahudi menyebut Uzair anak Allah tidak punya bandingan di satu pun tulisan Yahudi, baik Talmud, Mishnah, maupun tafsir rabinik. Ezra dihormati sebagai penyusun ulang Taurat, tidak lebih. Sebagian pakar menduga yang tertangkap di sini nama lain yang beredar dalam tulisan sihir Yahudi, sebagian lain menduga kekeliruan dengar; yang pasti, kepercayaan yang dibantah tidak ditemukan pada pihak yang dituduh.
Cacat Logika
Membantah bentuk yang disederhanakan (straw man). Orang Yahudi disebut menyatakan Uzair anak Allah dan orang Nasrani menyatakan Al-Masih anak Allah. Yang pertama tidak dikenal dalam ajaran Yahudi mana pun, jadi yang dibantah bukan kepercayaan yang benar-benar dipegang lawan bicaranya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

