At-Taubah (Pengampunan) Ayat 30

Bacaan

TopikPerang Hunain dan Ketegangan dengan Ahli Kitab (Ayat 25-35)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

(9:30) Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putera Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

Asbabun Nuzul

Beberapa orang Yahudi menemui Rasulullah dan menyatakan diri tidak akan mengikuti ajaran Islam karena beliau enggan mengikuti kiblat mereka dan tidak mau mengakui ‘Uzair sebagai putra Allah. Terkait kejadianini turunlah ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Teks ini membuat klaim bahwa "Orang Yahudi berkata: Uzayr (Ezra) adalah anak Allah", yang terbukti sebagai kesalahan historis absolut. Yudaisme ortodoks maupun pinggiran tidak pernah sekalipun menuhankan Ezra, sehingga tuduhan ini sepenuhnya tidak berdasar,. Analisis komparatif modern memperlihatkan bahwa kata "Uzayr" sangat mungkin adalah hasil dari korupsi tekstual atau salah dengar dari "Azael" (salah satu malaikat jatuh dalam tradisi sihir Yahudi), yang membuktikan ketidakmampuan penulis Al-Qur'an dalam mengidentifikasi secara akurat figur-figur literatur sekte sekitarnya,,.

Cacat Logika

Straw Man Fallacy - Ayat 30-31 menyederhanakan kepercayaan Yahudi dan Nasrani, mengkarakterisasi posisi mereka dengan cara yang memudahkan untuk dibantah ("Uzair putera Allah" dan menjadikan "orang-orang alim dan rahib-rahibnya sebagai tuhan").

Moral

(9:30): Menyebarkan kebencian agama dengan melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani secara langsung, murni karena klaim teologis mereka mengenai Uzair dan Al-Masih.

Sains

Klaim bahwa orang Yahudi menyebut Uzair putra Allah tidak didukung bukti historis atau tekstual dari tradisi Yahudi manapun. Tidak ada sumber Yahudi — Talmud, Mishnah, maupun literatur rabbinik — yang memuat keyakinan ini.