Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 29

Bacaan

TopikPerang Hunain dan Ketegangan dengan Ahli Kitab (Ayat 25-35)

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

(9:29) Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Kritik

  1. Frasa 'an yadin di ayat ini tidak jelas artinya, dan tafsir klasik meninggalkan puluhan bacaan yang saling bertentangan: dibayar dengan tangan sendiri, karena kelemahan, atau sebagai imbalan perlindungan. Pakar modern membacanya sebagai tanda bahwa ayatnya lebih tua daripada sistem pajak yang kemudian disandarkan padanya.
  2. Kata sagirun berarti dihinakan atau direndahkan. Terjemahan Kemenag memilih "tunduk", dan nada penghinaan yang ada di kata Arabnya hilang.

Moral

Ahli Kitab diperangi sampai mereka membayar jizyah dalam keadaan direndahkan. Yang ditetapkan bukan cuma pajak, tapi kedudukan sosial yang lebih rendah sebagai syaratnya, dan aturan ini yang jadi dasar kedudukan zimi selama berabad-abad.

Kontradiksi

Kontra 2:256 dan 60:8. Ayat ini memerintahkan memerangi Ahli Kitab sampai mereka membayar jizyah, sedangkan 2:256 menyatakan tidak ada paksaan dalam agama dan 60:8 memerintahkan berbuat baik serta berlaku adil kepada orang yang tidak memerangi.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria