Qurai

Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 106

Bacaan

TopikNasakh: Penggantian Ayat dalam Al-Quran (106-108)

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(2:106) Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menanggapi tuduhan kaum musyrik yang mengejek Nabi Muhammad SAW karena ada hukum yang diperintahkan lalu kemudian dilarang/dibatalkan. Mereka menuduh Al-Qur'an hanyalah karangan Nabi yang saling bertentangan.

Kritik

Ayat ini pangkal ajaran naskh, yaitu ayat yang dibatalkan oleh ayat yang datang kemudian, dan ajaran itu yang dipakai untuk menerangkan perubahan hukum di dalam Al-Qur'an sendiri. Sebagian riwayat bacaan mencatat "tansaha" (kamu lupakan) di tempat "nunsiha" (Kami buat terlupa), dan bacaan pertama menaruh lupa itu pada Muhammad, bukan pada Allah. (Sinai, The Qur'an: A Historical-Critical Introduction)

Cacat Logika

Aturan yang menyesuaikan diri dengan hasilnya. Ayat yang dibatalkan disebut selalu diganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding. Karena penilaian lebih baik itu datang dari pihak yang mengganti, tidak ada penggantian yang mungkin dinyatakan sebagai kemunduran.

Kontradiksi

Kontra 6:34, 10:64, dan 18:27. Ayat ini membenarkan penggantian ayat, sedangkan tiga ayat itu menyatakan tidak ada yang bisa mengubah kalimat Allah. Yang satu menerangkan perubahan sebagai hal yang lazim, yang lain memakai ketidakberubahan sebagai bukti keasliannya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria