Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 106

Bacaan

TopikNasakh: Penggantian Ayat dalam Al-Quran (106-108)

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(2:106) Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun untuk menanggapi tuduhan kaum musyrik yang mengejek Nabi Muhammad SAW karena ada hukum yang diperintahkan lalu kemudian dilarang/dibatalkan. Mereka menuduh Al-Qur'an hanyalah karangan Nabi yang saling bertentangan.

Kritik

(2:106) Mengandung doktrin abrogasi (Naskh) yang menjadi alibi atas perubahan-perubahan wahyu. Terdapat varian bacaan Qira'at yang merekam kata "tansahā" (kamu/Muhammad lupa) alih-alih "nunsihā" (Tuhan membuat dilupakan), mengindikasikan bahwa Muhammad menderita amnesia atas ayat yang pernah diucapkannya sendiri. (Criticism of the Quran - Wikipedia; The Qur'an: A Historical-Critical Introduction)

Cacat Logika

Aturan yang menyesuaikan diri dengan hasilnya. Ayat yang dibatalkan disebut selalu diganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding. Karena penilaian lebih baik itu datang dari pihak yang mengganti, tidak ada penggantian yang mungkin dinyatakan sebagai kemunduran.

Sains

Ayat 106 menyatakan bahwa Allah mengganti ayat-Nya dengan yang 'lebih baik atau sebanding'. Ini secara implisit mengakui adanya revisi kitab suci, yang menimbulkan pertanyaan epistemologis: jika ayat pertama adalah wahyu sempurna dari Tuhan Maha Mengetahui, mengapa perlu diganti? Ini bertentangan dengan konsep kemahatahuan ilahi.

Kontradiksi

Ayat 106 melegitimasi nasakh (penggantian ayat). Ini berkontradiksi dengan Q6:34 ('tidak ada yang dapat mengubah kalimat Allah'), Q10:64 ('tidak ada perubahan pada kalimat Allah'), dan Q18:27 ('tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya'). Doktrin nasakh mengakui perubahan wahyu, sementara ayat-ayat tersebut mengklaim ketidakberubahan firman Allah.