Bacaan
TopikKebesaran Allah sebagai Pencipta dan Penguasa (Ayat 54-58)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
(7:54) Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy.333 Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.
Catatan Depag
*333) Bersemayam di atas Arasy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan keagungan Allah dan kesucian-Nya.
Kritik
Kalimat istawa 'ala al-'arsy di ayat ini jadi pangkal perdebatan tentang apakah Allah bertempat. Malik bin Anas dilaporkan menjawab bahwa bersemayamnya diketahui, caranya tidak, dan bertanya tentangnya bidah; Mu'tazilah dan sebagian Asy'ariyah membacanya istawla, menguasai, agar tidak ada tempat. Terjemahan Kemenag memakai "bersemayam", pilihan yang berpihak pada bacaan harfiah.
Kontradiksi
Kontra 41:9-12. Ayat ini menyebut langit dan bumi diciptakan dalam enam masa, sedangkan rincian di 41:9-12 kalau dijumlahkan jadi delapan: dua untuk bumi, empat untuk isinya, dan dua untuk langit. Penafsir menutupnya dengan menganggap empat itu sudah termasuk dua yang pertama, dan bacaan itu tidak mengikuti susunan kalimatnya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

