Pernyataan metaforis "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?" adalah contoh fatal bagaimana sejarah Islam dikarang dari kesalahpahaman teks. Ulama tradisional secara literal dan konyol menciptakan dongeng supranatural di mana malaikat turun, membedah dada Muhammad anak-anak, dan mencuci jantungnya di baskom emas berisi salju. Dongeng ini murni fiksi eksegetis—rekayasa para pencerita (kussas) yang gagal memahami gaya bahasa kiasan Al-Qur'an dan mengubahnya menjadi sejarah palsu. (Gabriel Said Reynolds, The Qur’an and Its Biblical Subtext).